PWOD: NEGARA HARUS TEGAS, DEWAN PERS JANGAN JADI OTORITAS TANPA BATAS

- Penulis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 03:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,pelindungnegeri.com – Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara (PWOD) melontarkan kritik keras terhadap tata kelola pers nasional yang dinilai menjauh dari prinsip keadilan dan transparansi. PWOD akan melayangkan surat resmi kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meminta penataan ulang kewenangan lembaga pers, khususnya Dewan Pers.

PWOD menilai Dewan Pers saat ini telah melampaui batas fungsinya. Polemik ini, kata PWOD, tak lepas dari sejarah panjang hubungan negara dan pers. Berdasarkan UU No. 11 Tahun 1966 dan UU No. 21 Tahun 1982, Ketua Dewan Pers pernah dijabat ex-officio oleh Menteri Penerangan. Artinya, negara melalui Kementerian Penerangan memegang kendali penuh terhadap arus informasi, pembinaan, dan pengawasan media massa.

Pasca reformasi dan lahirnya UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Dewan Pers diposisikan sebagai lembaga independen lepas dari kendali pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

MADINA DI PERSIMPANGAN: SAAT NEGARA TERKESAN KALAH OLEH KORPORASI DI TANAH RAKYAT

“Independensi tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas. Ketika tidak ada kontrol, maka potensi penyalahgunaan kewenangan menjadi nyata,” tegas Ketua Umum DPP PWOD Feri Rusdiono, SH.

PWOD menyoroti Dewan Pers yang cenderung bertindak sebagai otoritas tunggal penentu standar, legitimasi, bahkan eksistensi media, tanpa transparansi memadai. Akibatnya, banyak media daerah merasa terdiskriminasi dan sulit mendapat pengakuan meski menjalankan fungsi jurnalistik aktif di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Kebebasan Pers Terancam di Batam, Wartawan Gelar Aksi 3 September di Kantor BP Batam

Situasi ini dinilai menciptakan ketimpangan serius dalam ekosistem pers nasional. Hanya kelompok tertentu yang mendapat legitimasi, sementara yang lain terpinggirkan.

PWOD juga menyoroti peran Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang dianggap belum konsisten menjalankan mandat strategis di bidang komunikasi, informatika, statistik, dan persandian. Termasuk penguatan infrastruktur digital, keamanan informasi, literasi digital, dan keterbukaan informasi publik.

Polemik Lahan Transmigrasi Kapas I, Masyarakat Pertanyakan semangat otonomi daerah Madina

Dalam praktiknya, Komdigi dinilai terjebak wilayah abu-abu yang beririsan dengan fungsi Dewan Pers, sehingga memicu kebingungan di tingkat implementasi.

“Negara harus hadir secara tegas. Jangan biarkan terjadi tumpang tindih kewenangan yang pada akhirnya merugikan pelaku pers dan publik,” lanjut Feri.

PWOD mendesak Presiden mengevaluasi menyeluruh posisi Dewan Pers, termasuk merumuskan kembali batas kewenangannya agar tidak menjadi lembaga kebal kritik. PWOD juga meminta Komdigi dikembalikan ke fungsi strategisnya sebagai penggerak transformasi digital nasional, bukan aktor yang masuk ke pengaturan teknis pers.

“Pers adalah pilar demokrasi, bukan alat kekuasaan. Negara wajib memastikan tidak ada satu pun lembaga yang memonopoli kebenaran,” tutup Feri.

PROYEK TIMBUNAN ROSINTON RAYA BATU AJI DIBLOKIR WARGA: JALAN JADI LUMPUR, RT ANCAM HENTIKAN TRUK

Rilis ini menjadi peringatan bahwa tanpa pembenahan serius, krisis kepercayaan terhadap institusi pers akan meluas dan berpotensi merusak fondasi demokrasi Indonesia.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pelindungnegeri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Taman, S.E. Dorong Pemuda Karawang Tampil Kreatif, Peduli, dan Berkontribusi bagi Daerah
Jaga Kekompakan dan Kepedulian Sosial, LSM Elang Mas Pesisir Selatan Pererat Hubungan Antaranggota
Reri Elvadinata Raih Kepercayaan Warga, Siap Bawa Nagari Kapujan Koto Berapak Menuju Kemajuan
Sosialisasi Bangga Kencana di Karyamulya, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga
Kepala Pangkalan KPLP Bitung Jangan Tutup Mata. Kasus YST Tembus Jakarta.! Dirjen Hubla & Saber Pungli Pusat Diminta Turun Tangan.
SERAGAM PENEGAK HUKUM LAUT DIPERTARUHKAN! OKNUM NAKHODA KAPAL PATROLI KPLP BERINISIAL YST DIDUGA MINTA SETORAN JUTAAN RUPIAH PER BULAN DARI PENGUSAHA BITUNG
Pilkades Telukbango Jadi Harapan Baru, Warga Inginkan Pemimpin yang Dekat dan Peduli Masyarakat
Hidayat Kantongi Nomor Urut 1, Siap Meramaikan Kontestasi Pilkades Telukbango 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Taman, S.E. Dorong Pemuda Karawang Tampil Kreatif, Peduli, dan Berkontribusi bagi Daerah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Jaga Kekompakan dan Kepedulian Sosial, LSM Elang Mas Pesisir Selatan Pererat Hubungan Antaranggota

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Reri Elvadinata Raih Kepercayaan Warga, Siap Bawa Nagari Kapujan Koto Berapak Menuju Kemajuan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Sosialisasi Bangga Kencana di Karyamulya, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Kepala Pangkalan KPLP Bitung Jangan Tutup Mata. Kasus YST Tembus Jakarta.! Dirjen Hubla & Saber Pungli Pusat Diminta Turun Tangan.

Berita Terbaru