Bupati Tapanuli Selatan sejak Tahun 1984 telah Menetapkan Eksistensi Tanah Ulayat Raja Panusunan Bagas Godang Panyabungan Tonga- Tonga

- Penulis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 03:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal l Pelindungnegeri.com-
Penetapan Peraturan Daerah Tentang Hak Masyarakat Adat sampai saat ini tak pernah di anggap keberadaan nya oleh para Pemangku Kebijakan,hal ini dapat dilihat tak ada satupun Kepala Daerah yg berani membuat dan mengeluarkan Peraturan Daerah Terkait Hak-Hak Masyarakat Adat.

Apakah Pemerintah khususnya Pemerintah Mandailing Natal akan diam dan mati rasa akan Sejarah, sehingga Keberadaan Masyarakat Adat di Mandailing Natal ini terabaikan,tak ada lagi kepedulian terhadap Pelestarian Sejarah dan Cagar Budayanya

Bercermin dari Kabupaten lain,dan Provinsi tetangga Pengakuan Pemerintah Daerah terhadap Masyarakat Adat ini patut di acungi jempol,tapi untuk Mandailing Natal bisa terabaikan dan Disepelekan, padahal melihat dari rentetan para Pimpinan Daerah di Mandailing Natal ini adalah Turunan Bermarga Nasution,baik yang terdahulu maupun yang sekarang

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Pusat dengan Program nya melalui Kementerian ATR/ BPN yang bekerjasama dengan Universitas Ternama Sumatera Utara (USU ) dan Universitas Hasanuddin ( Unhas ) pada tahun 2022 kemarin dimana sebelumnya telah melaksanakan Investigasi, Inventarisasi dan Identifikasi Eksistensi Tanah Ulayat di seluruh Indonesia,dan salah satunya di Mandailing Natal,dan itu merupakan program Prioritas Nasional Pemerintah di tahun 2021 -2024.

Penetapan Peraturan Daerah Tentang Masyarakat Hukum Adat dan Tanah Ulayat sudah seharusnya di tetapkan oleh Pemerintah Daerah, tentunya terhadap Bupati Mandailing Natal , abanganda Kahanggi Syaifullah Nasution sudah bisa memberikan wewenang nya, Ucap oleh Baginda Mangaraja Enda Sakti pewaris turunan Bagas Godang Panyabungan Tonga- Tonga

Merujuk dari adanya Surat Pernyataan Status Penguasaan Tanah Adat yang di kukuhkan oleh Camat Kecamatan Panyabungan dan Camat Kecamatan Siabu dan dibenarkan oleh Bupati Tingkat II Tapanuli Selatan Tertanggal 28 Oktober Tahun 1984 oleh H,A.Rasyid Nasution,Tentang Keberadaan Tanah Ulayat dan Penetapan Tanah Ulayat Raja Panusunan Bagas Godang Panyabungan Tonga- Tonga ( dilampiri dengan peta lokasi -+ 60.000 Ha.)

Salinan Surat Perdamaian tertanggal 12 Maret Tahun 1929 antara Kekuriaan Syur Matinggi dan Kekuriaan Panyabungan Tonga- Tonga yang disahkan oleh Pemerintah Controller Angkola dan Mandailing.

Surat Ketetapan Resident Tapanuli No.1140/10 Tanggal 19 Februari 1930 Tentang Pengesahan Tanah Ulayat/Hukum Adat serta batas-batas dan Nomor – Nomor Pilar antara Kekuriahan Sayur Matinggi dengan Kekuriahan Panyabungan Tonga- Tonga dan Kekuriahan Muara Soma,Aek Nangali dan Kekuriahan Singkuang

Baca Juga:  Makna IKANAS bagi Madina: Perekat Silaturahmi, Penjaga Adat, dan Motor Kebangkitan Daerah

Peraturan Daerah Tentang Masyarakat Hukum Adat dan Tanah Ulayat bukan sekedar isu yang dianggap sepele yang hanya di jadikan objek kebijakan,dan kepentingan Bisnis atau Oligarki, karena adanya Peraturan Daerah Tentang Masyarakat Hukum Adat dan Tanah Ulayat ini sudah sangat dibutuhkan dan untuk sebagai pegangan dan kepastian Hukum baik itu Hukum Negara dan Hukum Masyarakat serta Keadilan Sosial pada Masyarakat Hukum Adat di Mandailing Natal

Pemerintah Daerah memiliki kemampuan dan kewenangan akan hal itu,di rujuk dari Regulasi yang ada ,Reklaming Tanah Ulayat Raja Panusunan Bagas Godang Panyabungan Tonga- Tonga (Kekuriahan Panyabungan Tonga- Tonga) dan Tanah Masyarakat Adat lain nya yang masih eksis di Kabupaten Mandailing Natal ini.

Berpedoman pada Putusan MK , Nomor 35 Tahun 2013 #* Status Hutan Ditentukan oleh Status Tanahnya,Diatas Tanah Negara terdapat Hutan Negara,Diatas Tanah Ulayat terdapat Hutan Ulayat #”

Putusan MK Nomor 31/PUU – U /2007 , Terkait UUPA #”Tentang Pengakuan Terhadap Hak Ulayat #”

Permen ATR/BPN Nomor 5 Tahun 1999
Nomor 9 Tahun 2015

Nomor 10 Tahun 2016 Nomor 18 Tahun 2019

#”Pedoman Tentang Penyelesaian Tanah Ulayat/ Hukum Adat oleh Kepala, Gubernur, Bupati/Walikota dan BPN di seluruh Indonesia #”

Dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 #* Keberadaan Tanah Ulayat sebagai Objek tidak lepas dari Eksistensi Masyarakat Hukum Adat (MHA)#”

Penetapan Eksistensi Masyarakat Hukum Adat (MHA) adalah Kewenangan Pemerintah Daerah/Kabupaten/Kota , sebagaimana tertuang dalam Permendagri nomor 52 Tahun 2014, Tentang Pedoman Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (MHA).

Masyarakat butuh Pengakuan dan Perlindungan itu, Pemerintah seharusnya dapat menunjukkan keberpihakan nya terhadap kepentingan masyarakat, tentunya melalui Regulasi yang sudah ada, agar potensi -potensi konflik dapat dicegah sedini mungkin, Masyarakat sangat menanti langkah – langkah dan tindakan nyata yang dibuktikan dengan memberikan Pengakuan dan Penetapan Peraturan Daerah terhadap Masyarakat Hukum Adat (MHA) dan Tanah Ulayat,Ucap Baginda Mangaraja Enda Sakti Panyabungan Tonga- Tonga.
(Jasuti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pelindungnegeri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ponpes Nurul Fatah Gelar Maulid, Wisuda Tahfidz dan Amtsilati, Serta Khitanan Masal
Karhutla Hanguskan 10 Hektare Lahan di Pemulutan Barat, Polisi Ingatkan Warga Jangan Buang Puntung Rokok Sembarangan
Lantik Pengurus DHR-45, Bupati Garut Tekankan Nilai Perjuangan dan Kemandirian
Dua Tahun Kayu Tumbang Tutupi Separuh Badan Jalan Di Desa Sikumbu, Camat dan Babinsa Turun Langsung Angkat Batang Kayu Pakai Alat Berat
Polsek Lingga Bayu Gelar Jumat Berkah, Salurkan Tali Asih kepada Warga Desa Aek Garingging
Rusli Bacan Nyatakan Kesiapan Ikut Kontestasi Pilkades Telukbango 2026–2034
SDN 1 Cimanganten Raih 8 Prestasi di Bidang Seni, Agama, dan Bahasa Sunda Tingkat Kecamatan
Dukungan Warga Menguat, Pei Yulyawadi dan H. Izzi Hamdi Siap Mengabdi untuk Desa Telukbango
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 23:22 WIB

Ponpes Nurul Fatah Gelar Maulid, Wisuda Tahfidz dan Amtsilati, Serta Khitanan Masal

Minggu, 13 September 2026 - 04:28 WIB

Karhutla Hanguskan 10 Hektare Lahan di Pemulutan Barat, Polisi Ingatkan Warga Jangan Buang Puntung Rokok Sembarangan

Sabtu, 12 September 2026 - 23:05 WIB

Lantik Pengurus DHR-45, Bupati Garut Tekankan Nilai Perjuangan dan Kemandirian

Sabtu, 12 September 2026 - 01:19 WIB

Dua Tahun Kayu Tumbang Tutupi Separuh Badan Jalan Di Desa Sikumbu, Camat dan Babinsa Turun Langsung Angkat Batang Kayu Pakai Alat Berat

Jumat, 11 September 2026 - 14:50 WIB

Polsek Lingga Bayu Gelar Jumat Berkah, Salurkan Tali Asih kepada Warga Desa Aek Garingging

Berita Terbaru