Indramayu, Jawa Barat, PELINDUNGNEGERI.com– Suasana bahagia yang seharusnya mengiringi perjalanan rombongan pengantar pengantin berubah menjadi duka mendalam setelah sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalur Pantura, Kabupaten Indramayu. Insiden tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia, sementara enam korban lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Menurut informasi yang dihimpun, rombongan tersebut menggunakan sebuah mobil pickup untuk menuju lokasi acara pernikahan. Saat melintasi ruas jalan nasional, kendaraan diduga melakukan manuver putar arah. Dalam waktu bersamaan, sebuah truk yang melaju dari belakang tidak dapat menghindari tabrakan sehingga menghantam pickup tersebut.
Akibat benturan pertama, mobil pickup terpental hingga memasuki jalur berlawanan. Nahas, dari arah berlawanan datang sebuah truk lain yang kembali menghantam kendaraan tersebut. Kerasnya benturan menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan berat dan menimbulkan banyak korban jiwa.
Petugas kepolisian, tim medis, dan warga sekitar bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap para korban. Seluruh korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk proses penanganan medis maupun identifikasi.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan berlalu lintas, terutama terkait penggunaan kendaraan sesuai peruntukannya. Mobil pickup pada dasarnya dirancang sebagai kendaraan pengangkut barang sehingga tidak diperuntukkan mengangkut banyak penumpang karena dapat meningkatkan risiko fatal apabila terjadi kecelakaan.
Di sisi lain, warga sekitar berharap pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap titik putar balik di lokasi kejadian yang selama ini dikenal rawan kecelakaan. Mereka menilai perlu adanya langkah konkret, baik berupa penutupan akses putar balik maupun penambahan rambu dan rekayasa lalu lintas agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan terhadap kendaraan yang terlibat, kondisi pengemudi, serta faktor-faktor lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut masih terus dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan.













