Masyarakat Pantai Barat Madina Keluhkan Infrastruktur, Minta Pemerintah Serius Perhatikan Pembangunan

- Penulis

Senin, 24 Agustus 2026 - 00:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal, Sumatera Utara | Pelindungnegeri.com Masyarakat di kawasan Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali menyuarakan keresahan terkait kondisi infrastruktur dan ketimpangan pembangunan di wilayah tersebut.
Dalam kajian dan pernyataan masyarakat yang disampaikan pada 23 Agustus 2026, masyarakat menilai kawasan Pantai Barat memiliki potensi sumber daya alam yang besar, namun belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan dan kualitas infrastruktur yang mereka rasakan.
Wilayah Pantai Barat Madina mencakup Kecamatan Batang Natal, Lingga Bayu, Ranto Baek, Sinunukan, Batahan, Natal dan Muara Batang Gadis. Kawasan tersebut dikenal memiliki potensi pertanian, perkebunan, perikanan, serta sumber daya alam lainnya. Pemerintah Kabupaten Madina sendiri sebelumnya menyebut wilayah Pantai Barat memiliki potensi besar dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan tangkap dan pariwisata.
Jalan Jembatan Merah-Simpang Gambir Jadi Sorotan
Salah satu persoalan utama yang disoroti masyarakat adalah kondisi infrastruktur jalan, terutama jalur Jembatan Merah hingga Simpang Gambir yang menjadi salah satu akses penting menuju kawasan Pantai Barat.
Masyarakat menyebut masih terdapat ruas jalan yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan serius. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mobilitas masyarakat menuju pusat pelayanan kesehatan, pendidikan dan perdagangan.
Persoalan jalur tersebut bukan hal baru. Pada April 2026, Pemprov Sumatera Utara menyatakan akan melakukan penanganan terhadap ruas jalan lintas Jembatan Merah-Natal, termasuk pembangunan bronjong di sejumlah titik rawan longsor dan pembangunan dua jembatan di kawasan Jembatan Merah. Pemeliharaan berkala juga disebut akan dilakukan pada sebagian ruas jalan tersebut.
Namun, masyarakat Pantai Barat berharap penanganan tidak berhenti pada perbaikan titik-titik tertentu, melainkan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Kekayaan Alam Dinilai Belum Berbanding dengan Kesejahteraan
Dalam pernyataan tersebut, masyarakat menilai potensi perkebunan, pertanian, perikanan dan sumber daya alam di Pantai Barat seharusnya dapat menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat setempat.
Masyarakat berharap hasil alam tidak hanya keluar dari wilayah tersebut dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah melalui pengolahan dan pengembangan industri lokal.
Keterbatasan infrastruktur, menurut masyarakat, turut menjadi salah satu kendala dalam mengembangkan potensi ekonomi tersebut.
Muncul Wacana Bergabung dengan Sumatera Barat
Kekecewaan terhadap pembangunan kemudian memunculkan kembali wacana agar kawasan Pantai Barat bergabung dengan Provinsi Sumatera Barat.
Dalam pernyataannya, masyarakat menegaskan bahwa wacana tersebut bukan dimaksudkan sebagai upaya memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, melainkan disebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi pembangunan yang mereka rasakan.
Masyarakat menyatakan bahwa apabila aspirasi dan kebutuhan pembangunan terus tidak mendapat perhatian serius, opsi tersebut mulai dipertimbangkan sebagai bagian dari aspirasi masyarakat.
Wacana mengenai perubahan status atau pemekaran kawasan Pantai Barat sendiri bukan hal baru. Sebelumnya, aspirasi pembentukan Kabupaten Mandailing Pantai Barat juga pernah disuarakan sejumlah tokoh dan masyarakat, dengan enam kecamatan yang masuk dalam usulan saat itu.
Empat Tuntutan Masyarakat
Melalui kajian tersebut, masyarakat Pantai Barat menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, yakni:
Segera memperbaiki dan mengaspal jalan penghubung antar-desa dan antar-kecamatan, terutama ruas strategis Jembatan Merah-Simpang Gambir.
Menyusun kebijakan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat lokal, sehingga potensi sumber daya alam memberikan manfaat langsung bagi warga.
Mewujudkan transparansi dan keadilan dalam alokasi anggaran pembangunan, khususnya bagi wilayah pesisir dan perbatasan.
Mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung serta menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan pembangunan di Pantai Barat.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dapat turun langsung melihat kondisi di lapangan dan memberikan langkah konkret.
Bagi masyarakat, persoalan jalan dan pembangunan bukan sekadar masalah infrastruktur, tetapi berkaitan langsung dengan biaya ekonomi, akses pendidikan, kesehatan, distribusi hasil bumi dan masa depan generasi muda di kawasan Pantai Barat.
“Jangan sampai kekayaan alam menjadi kutukan bagi masyarakat yang tinggal di atasnya,” demikian inti harapan yang disampaikan dalam kajian tersebut.
Oleh: Muhammad Sudirmin Nasution, CLP, CIJ, CWP
Perwakilan Masyarakat Pantai Barat, Mandailing Natal
Tanggal: 23 Agustus 2026

Baca Juga:  Perkuat Sinergi, SLB AN-NAJAAT Sukawening Jalin Silaturahmi dengan Orang Tua Siswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pelindungnegeri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Garut Dorong Pengembangan Domba Garut untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat
Ponpes Nurul Fatah Gelar Maulid, Wisuda Tahfidz dan Amtsilati, Serta Khitanan Masal
Karhutla Hanguskan 10 Hektare Lahan di Pemulutan Barat, Polisi Ingatkan Warga Jangan Buang Puntung Rokok Sembarangan
Lantik Pengurus DHR-45, Bupati Garut Tekankan Nilai Perjuangan dan Kemandirian
Dua Tahun Kayu Tumbang Tutupi Separuh Badan Jalan Di Desa Sikumbu, Camat dan Babinsa Turun Langsung Angkat Batang Kayu Pakai Alat Berat
Polsek Lingga Bayu Gelar Jumat Berkah, Salurkan Tali Asih kepada Warga Desa Aek Garingging
Rusli Bacan Nyatakan Kesiapan Ikut Kontestasi Pilkades Telukbango 2026–2034
SDN 1 Cimanganten Raih 8 Prestasi di Bidang Seni, Agama, dan Bahasa Sunda Tingkat Kecamatan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 02:01 WIB

Bupati Garut Dorong Pengembangan Domba Garut untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 13 September 2026 - 23:22 WIB

Ponpes Nurul Fatah Gelar Maulid, Wisuda Tahfidz dan Amtsilati, Serta Khitanan Masal

Minggu, 13 September 2026 - 04:28 WIB

Karhutla Hanguskan 10 Hektare Lahan di Pemulutan Barat, Polisi Ingatkan Warga Jangan Buang Puntung Rokok Sembarangan

Sabtu, 12 September 2026 - 23:05 WIB

Lantik Pengurus DHR-45, Bupati Garut Tekankan Nilai Perjuangan dan Kemandirian

Sabtu, 12 September 2026 - 01:19 WIB

Dua Tahun Kayu Tumbang Tutupi Separuh Badan Jalan Di Desa Sikumbu, Camat dan Babinsa Turun Langsung Angkat Batang Kayu Pakai Alat Berat

Berita Terbaru