OGAN ILIR | Pelindungnegeri.com – Polsek Tanjung Raja, jajaran Polres Ogan Ilir, melaksanakan patroli dan monitoring di sejumlah SPBU di wilayah hukumnya, Sabtu (1/8/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi pasca penyesuaian harga BBM non-subsidi sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.
Dalam patroli tersebut, personel memantau aktivitas masyarakat di SPBU, kondisi distribusi bahan bakar, serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas yang mungkin muncul akibat penyesuaian harga BBM non-subsidi.
Hasil monitoring menunjukkan situasi di seluruh area SPBU berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan antrean panjang kendaraan maupun aksi panic buying. Ketersediaan stok BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, juga dipastikan dalam kondisi aman sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, petugas tidak menemukan adanya konsentrasi massa, pemasangan spanduk penolakan, maupun ajakan provokasi terkait kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi. Hingga saat ini, situasi di wilayah hukum Polsek Tanjung Raja tetap kondusif dan tidak terpantau penyebaran informasi bohong (hoaks) yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Di sela kegiatan patroli, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mengingat saat ini memasuki musim kemarau, warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, serta menimbulkan kerugian besar. Petugas juga mengingatkan bahwa pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kapolsek Tanjung Raja, AKP Sondi Fraguna, S.H., M.Si., menegaskan bahwa patroli dan monitoring akan terus dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan masyarakat.
“Kami akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan, khususnya di SPBU dan lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Hingga saat ini kondisi masih aman dan kondusif. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena selain membahayakan lingkungan dan kesehatan, tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum. Mari bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Ogan Ilir,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Aprianti, S.I.K., M.H., menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus meningkatkan monitoring situasi kamtibmas sekaligus menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan karhutla.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Ogan Ilir untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terlebih pada musim kemarau seperti saat ini. Kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak yang sangat luas, mulai dari kerusakan lingkungan, kabut asap, hingga gangguan kesehatan masyarakat. Mari kita bersama-sama mencegah terjadinya karhutla. Apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran lahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait agar dapat segera ditangani,” tegasnya.
Polres Ogan Ilir juga mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan, tidak melakukan pembelian secara berlebihan, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas dan kelestarian lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan selama musim kemarau.
Reporter: Reno Sli
Sumber: Humas Polres Ogan Ilir
STOP KARHUTLA DEMI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KITA BERSAMA















