NEGARA DIKALAHKAN MAFIA TAMBANG? MANOKWARI DIJARAH SIANG BOLONG, RATUSAN EXCAVATOR MENGGILA — HUKUM DIDUGA LUMPUH!

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Manokwari, 15 April 2026 — Apa yang terjadi di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, bukan lagi sekadar pelanggaran hukum. Ini adalah indikasi kegagalan negara menjaga tanahnya sendiri. Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Wasirawi, Kali Wariori hingga Masni berlangsung brutal, masif, dan terang-terangan — tanpa rasa takut sedikit pun.

Di depan mata publik, ratusan alat berat jenis excavator bebas menggerus hutan, membelah gunung, dan meracuni sungai. Lebih mengkhawatirkan, praktik ini disertai penggunaan merkuri — zat berbahaya yang bisa merusak lingkungan secara permanen dan mengancam nyawa manusia lintas generasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta di lapangan menampar keras: aktivitas ilegal ini bukan sembunyi-sembunyi, tapi berjalan seperti operasi resmi. Ini memunculkan pertanyaan serius — apakah hukum masih hidup, atau sudah dikendalikan?

Sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai pemain utama mulai mencuat, seperti Bunda Ros, Bos Eko, Bos Mimin, Bos Bintang, Hj Nana, Bos Alvian, Bos Samsul, dan Hi Puddin. Mereka diduga sebagai pemodal sekaligus penguasa alat berat yang menjadi tulang punggung perusakan lingkungan ini.

Namun yang lebih mengkhawatirkan bukan hanya siapa pelakunya, tetapi mengapa mereka bisa terus beroperasi tanpa tersentuh hukum. Di tengah kerusakan yang semakin parah, muncul dugaan kuat adanya pembiaran sistematis hingga indikasi perlindungan dari oknum tertentu.

Baca Juga:  DRAMATIS! Gol Tunggal Fuji Bawa PSTS FC Bungkam Bintang Timur FC di Torusan Cup IV Rasoki

Sorotan kini tertuju pada Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Alfred Papare. Publik menanti langkah nyata, bukan sekadar retorika. Penegakan hukum tidak boleh tunduk pada kekuatan modal atau jaringan mafia.

Padahal, peringatan sudah berulang kali disampaikan. Sejak 2016, pemerintah daerah, tokoh adat, dan pemilik hak ulayat terus berupaya menghentikan aktivitas ilegal ini. Bahkan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPR RI pada 17 September 2025, persoalan ini telah dibuka terang, termasuk dugaan adanya “beking”.

Namun hasilnya nihil. Belum setahun berlalu, tambang ilegal justru kembali beroperasi lebih terang-terangan, seolah tidak tersentuh dan tidak tersentil hukum sama sekali.

Dampaknya kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Banjir bandang pada 7 dan 9 April 2026 yang melanda Manokwari dengan ketinggian air hingga orang dewasa menjadi alarm keras. Air keruh bercampur lumpur dan kayu menghantam pemukiman warga.

  • “Ini bukan bencana alam biasa. Ini akibat tambang ilegal di atas sana,” ungkap warga dengan nada tegas.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka yang terjadi bukan hanya kerusakan lingkungan, tetapi kehancuran sistem hukum itu sendiri. Negara akan terlihat kalah, dan hukum kehilangan wibawanya di hadapan mafia tambang.

Pertanyaannya sederhana: siapa yang sebenarnya berkuasa di Manokwari — negara, atau mafia? (LI. 79)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pelindungnegeri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rusli Bacan Nyatakan Kesiapan Ikut Kontestasi Pilkades Telukbango 2026–2034
Dukungan Warga Menguat, Pei Yulyawadi dan H. Izzi Hamdi Siap Mengabdi untuk Desa Telukbango
Warga Segaran Kompak Berikan Dukungan untuk Hikmat, Calon Kepala Desa Periode 2026–2034
Kekompakan Warga Setialaksana Menguat, Ne’an Bin Wiro Dapat Dukungan
Pilkades Setialaksana Menghangat, Dukungan untuk Rohmat Hidayatullah Nomor Urut 2 Semakin Ramai
Rohim Bin H. Jawir Peroleh Dukungan Warga, Bersiap Ikuti Kontestasi Pilkades Setialaksana
Jelang Pendaftaran Pilkades, Pendukung Pei Yulyawadi-H. Izzi Hamdi Gelar Doa Bersama
Kodim 0808/Blitar Gelar Upacara Peringatan Hari Olah Raga Nasional Ke 43 Tahun 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 11:53 WIB

Rusli Bacan Nyatakan Kesiapan Ikut Kontestasi Pilkades Telukbango 2026–2034

Kamis, 10 September 2026 - 04:47 WIB

Dukungan Warga Menguat, Pei Yulyawadi dan H. Izzi Hamdi Siap Mengabdi untuk Desa Telukbango

Rabu, 9 September 2026 - 17:09 WIB

Kekompakan Warga Setialaksana Menguat, Ne’an Bin Wiro Dapat Dukungan

Rabu, 9 September 2026 - 16:56 WIB

Pilkades Setialaksana Menghangat, Dukungan untuk Rohmat Hidayatullah Nomor Urut 2 Semakin Ramai

Rabu, 9 September 2026 - 16:45 WIB

Rohim Bin H. Jawir Peroleh Dukungan Warga, Bersiap Ikuti Kontestasi Pilkades Setialaksana

Berita Terbaru