Jalan Rusak dan Nyaris Putus, Warga Likupang–Bitung Ultimatum Keras Pemerintah: Jangan Janji Kosong..!

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 00:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelindungnegeri.com Minut–Bitung, Sulawesi Utara — 30 April 2026 – Kondisi akses jalan penghubung antara Desa Pinenek, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara dan Pinasungkulan, Kota Bitung, kian memprihatinkan. Kerusakan parah berupa retakan di badan jalan hingga ancaman longsor membuat jalur vital tersebut berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga.

Masyarakat pun angkat suara. Mereka mendesak pemerintah serta Balai Jalan Nasional Sulawesi Utara untuk segera mempercepat perbaikan sekaligus melakukan pelebaran jalan, agar aktivitas warga tidak terus terganggu dan risiko kecelakaan dapat diminimalisir.

“Mewakili Warga Desa Pinenek, Stenly Cristovel Sigar, S.Fils menyampaikan: ultimatum tegas kepada pihak terkait. Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan tidak boleh lagi ditunda atau sekadar menjadi janji tanpa realisasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi keselamatan. Jangan sampai pemerintah hanya memberi harapan tanpa tindakan nyata. Kami minta segera diperbaiki dan diperlebar,” tegas Stenly.

Akses jalan tersebut diketahui merupakan jalur utama penunjang aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menjadi lintasan harian bagi para pelajar. Kondisi jalan yang rusak berat membuat warga harus ekstra hati-hati, bahkan tidak sedikit yang merasa terancam setiap kali melintas.

Baca Juga:  Keluarga Besar IPHI Kecamatan Lingga Bayu Gelar Maulid Nabi 1447 H, Teguhkan Akidah dan Perkuat Silaturahmi Umat

Warga dari Desa Pinenek, Likupang hingga Pinasungkulan berharap ada langkah cepat dan konkret dari pemerintah. Mereka menilai, jika terus dibiarkan, kerusakan jalan bisa berujung pada kecelakaan fatal hingga terputusnya akses antarwilayah.

Sorotan juga diarahkan kepada anggota DPRD di Minahasa Utara dan Kota Bitung. Warga meminta para wakil rakyat tidak tinggal diam dan segera merespons aspirasi masyarakat dengan mendesak Balai Jalan Nasional Sulawesi Utara agar segera merealisasikan pekerjaan perbaikan dan pelebaran jalan tersebut.

“Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Ini kebutuhan mendesak masyarakat,” tambahnya.

Dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan, warga menegaskan bahwa perbaikan jalan ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan yang harus segera diwujudkan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari.
(Noval)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pelindungnegeri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kementerian P2MI Tambah Alokasi Pelatihan bagi Calon Pekerja Migran Asal Garut
Bupati Garut Terima Audiensi Forum Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Garut Bersatu
Disnakertrans Garut Ingatkan Warga Hindari Jalur Nonprosedural untuk Bekerja di Luar Negeri
Bupati Garut Apresiasi Pengabdian Sekda dan Kepala Bakesbangpol Selama 35 Tahun
Pasir Tongkang Diduga Ilegal Masuk Batam untuk Menopang Pertumbuhan Konstruksi
Sambut HUT PGRI ke-81, PGRI Garut Kota Gelar Lomba Mewarnai, 390 Anak TK Tunjukkan Kreativitas
Taman, S.E. Dorong Pemuda Karawang Tampil Kreatif, Peduli, dan Berkontribusi bagi Daerah
Pemkab Garut dan Kemenkes Siapkan Pembangunan CMU RSUD dr. Slamet dan Perluasan RS Rotinsulu
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Kementerian P2MI Tambah Alokasi Pelatihan bagi Calon Pekerja Migran Asal Garut

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:13 WIB

Bupati Garut Terima Audiensi Forum Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Garut Bersatu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:09 WIB

Disnakertrans Garut Ingatkan Warga Hindari Jalur Nonprosedural untuk Bekerja di Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Bupati Garut Apresiasi Pengabdian Sekda dan Kepala Bakesbangpol Selama 35 Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Pasir Tongkang Diduga Ilegal Masuk Batam untuk Menopang Pertumbuhan Konstruksi

Berita Terbaru