Gelombang Kritik Yerhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran Menguat, Seruan Pemakzulan Jadi Sorotan Publik

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : H. Syahrir Nasution S.E, M.M STAKE HOLDERS, ANAK BANGSA ( AHLIL BAIT ) NKRI.

Medan Sumut l Pelindungnegeri.com-
Rabu 29 April 2026 Wacana pemakzulan terhadap Presiden dan Wakil Presiden kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Berbagai kritik tajam bermunculan dari sejumlah elemen publik yang menilai pemerintahan saat ini gagal menjawab harapan rakyat dan justru memunculkan keresahan nasional.

Dalam berbagai forum diskusi publik, media sosial, hingga ruang-ruang politik, muncul pandangan bahwa kepemimpinan nasional saat ini dinilai mengalami banyak persoalan serius, mulai dari dugaan pelanggaran konstitusi, lemahnya penegakan hukum, krisis kepercayaan publik, hingga tudingan adanya keberpihakan terhadap kelompok oligarki dan kepentingan asing.

Sejumlah pihak bahkan secara terbuka menyerukan agar mekanisme konstitusional pemakzulan dipertimbangkan apabila ditemukan pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip demokrasi, hukum, dan hak asasi manusia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pengamat politik, kritik tersebut lahir dari akumulasi kekecewaan publik terhadap berbagai kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil. Isu ekonomi, kenaikan harga kebutuhan pokk, lemahnya pemberantasan korupsi, hingga persoalan pengelolaan sumber daya alam menjadi titik utama ketidakpuasan masyarakat.

“Ketika rakyat merasa negara tidak lagi hadir untuk melindungi kepentingan mereka, maka gelombang protes akan semakin besar. Pemakzulan adalah jalur konstitusional, bukan sekadar slogan politik,” ujar salah satu pengamat hukum tata negara yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, kritik juga diarahkan pada dugaan lemahnya komitmen pemberantasan korupsi. Pemerintah dinilai belum menunjukkan langkah tegas terhadap para pelaku korupsi besar, terutama yang berkaitan dengan sektor tambang, migas, dan penguasaan sumber daya alam strategis nasional.

Baca Juga:  Polsek Lingga Bayu Gelar Jumat Berkah, Salurkan Tali Asih kepada Warga Desa Aek Garingging

Sebagian kalangan menilai, apabila pemerintahan tidak segera melakukan evaluasi menyeluruh, maka potensi instabilitas sosial dan politik akan semakin besar. Mereka menegaskan bahwa kritik keras terhadap pemerintah bukan bentuk kebencian terhadap negara, melainkan bentuk kepedulian agar bangsa ini tidak semakin terpuruk.

Namun demikian, para ahli hukum mengingatkan bahwa proses pemakzulan Presiden dan Wakil Presiden tidak dapat dilakukan hanya melalui tekanan opini publik semata. Mekanisme tersebut harus melalui jalur resmi sesuai Undang-Undang Dasar 1945, dimulai dari DPR, Mahkamah Konstitusi, hingga keputusan akhir di MPR.

Karena itu, wacana pemakzulan harus dipahami secara konstitusional, bukan sekadar narasi politik yang memecah belah bangsa. Kritik tetap sah dalam negara demokrasi, namun harus disampaikan secara bertanggung jawab, berbasis fakta, dan tidak melanggar hukum.

Di tengah situasi ini, masyarakat berharap pemerintah mampu menjawab berbagai kritik dengan langkah nyata, bukan sekadar retorika politik. Sebab pada akhirnya, yang paling penting bukan siapa yang berkuasa, melainkan bagaimana negara tetap berdiri kuat demi kepentingan rakyat dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(Opini ini merupakan bagian dari dinamika demokrasi dan kebebasan berpendapat yang dijamin dalam konstitusi, dengan tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik, UU Pers, dan ketentuan dalam UU ITE.)

(Jasuti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pelindungnegeri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Tahun Kayu Tumbang Tutupi Separuh Badan Jalan Di Desa Sikumbu, Camat dan Babinsa Turun Langsung Angkat Batang Kayu Pakai Alat Berat
Polsek Lingga Bayu Gelar Jumat Berkah, Salurkan Tali Asih kepada Warga Desa Aek Garingging
Rusli Bacan Nyatakan Kesiapan Ikut Kontestasi Pilkades Telukbango 2026–2034
SDN 1 Cimanganten Raih 8 Prestasi di Bidang Seni, Agama, dan Bahasa Sunda Tingkat Kecamatan
Dukungan Warga Menguat, Pei Yulyawadi dan H. Izzi Hamdi Siap Mengabdi untuk Desa Telukbango
Warga Segaran Kompak Berikan Dukungan untuk Hikmat, Calon Kepala Desa Periode 2026–2034
Kekompakan Warga Setialaksana Menguat, Ne’an Bin Wiro Dapat Dukungan
Pilkades Setialaksana Menghangat, Dukungan untuk Rohmat Hidayatullah Nomor Urut 2 Semakin Ramai
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 01:19 WIB

Dua Tahun Kayu Tumbang Tutupi Separuh Badan Jalan Di Desa Sikumbu, Camat dan Babinsa Turun Langsung Angkat Batang Kayu Pakai Alat Berat

Jumat, 11 September 2026 - 14:50 WIB

Polsek Lingga Bayu Gelar Jumat Berkah, Salurkan Tali Asih kepada Warga Desa Aek Garingging

Jumat, 11 September 2026 - 11:53 WIB

Rusli Bacan Nyatakan Kesiapan Ikut Kontestasi Pilkades Telukbango 2026–2034

Jumat, 11 September 2026 - 11:22 WIB

SDN 1 Cimanganten Raih 8 Prestasi di Bidang Seni, Agama, dan Bahasa Sunda Tingkat Kecamatan

Kamis, 10 September 2026 - 04:47 WIB

Dukungan Warga Menguat, Pei Yulyawadi dan H. Izzi Hamdi Siap Mengabdi untuk Desa Telukbango

Berita Terbaru