
KARAWANG, JABAR | PELINDUNGNEGERI.com – Tak banyak yang berani memulai dari nol di usia yang tak lagi muda. Namun, kisah ini membuktikan bahwa perubahan arah hidup bisa terjadi kapan saja, selama ada keyakinan dan keberanian untuk melangkah, Rabu/15/April/2026.
Perjalanan itu dimulai pada tahun 1992, ketika ia memutuskan meninggalkan pekerjaannya di sebuah perusahaan besar PT. GAJAH TUNGGAL di Tangerang, Banten. Tak lama berselang, ia melanjutkan karier di dunia industri dengan bergabung di PT Mulia Keramik Indah Raya (MKIR) di Cikarang, Jawa Barat.
Selama 21 tahun mengabdi, ia tak hanya menjalani rutinitas sebagai pekerja, tetapi juga menempa diri dengan berbagai pengalaman. Kepercayaan perusahaan pun datang, hingga ia dipercaya memimpin sebagai leader dalam grup kerja selama 15 tahun sebuah posisi yang menunjukkan dedikasi dan integritasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan untuk mengakhiri masa kerja menjadi titik balik hidupnya. Ia dilepas dengan penuh penghargaan, lengkap dengan kompensasi dan piagam atas pengabdian panjangnya. Namun, masa itu bukan akhir justru menjadi awal dari babak baru yang penuh tantangan.
Berbagai usaha sempat ia jalani. Mulai dari berdagang keliling, menjadi driver catering di kawasan industri Karawang seperti KIM dan KIIC, hingga mencoba peruntungan di bidang peternakan burung kenari. Meski tak semuanya berjalan mulus, ia tak pernah berhenti mencoba.
Hingga akhirnya, jalan hidup membawanya ke dunia yang sama sekali baru: jurnalistik.
Langkah awalnya dimulai saat bergabung dengan media online GELARNEWS.com. Tanpa latar belakang jurnalistik, ia belajar dari nol menulis berita, menyunting naskah, hingga membangun jaringan. Proses jatuh bangun selama satu tahun menjadi fondasi penting dalam perjalanan barunya.
Pengalaman itu berlanjut ketika ia bergabung dengan media cetak Merdeka 45. Selama dua tahun, ia semakin mengasah kemampuan dan memahami lebih dalam dunia jurnalistik, memperkuat dasar yang telah ia bangun sebelumnya.
Takdir kemudian mempertemukannya kembali dengan seorang teman lama semasa SMA yang kini berkarier sebagai jurnalis nasional di Jakarta. Dari percakapan sederhana di grup WhatsApp, lahirlah gagasan besar untuk membangun media bersama.
Dari ide tersebut, berdirilah KOMPAS86.com dan PT Indonesia Monitoring News sebuah wadah yang menjadi rumah bagi jurnalis muda dari berbagai daerah, sekaligus ruang kolaborasi bersama jurnalis senior. Media tersebut berkembang pesat, sebelum akhirnya masing-masing memilih jalur pengembangan yang berbeda.
Tak berhenti di situ, dengan semangat yang sama, ia kemudian mendirikan MediaLiputan6.com. Media ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, keyakinan, dan doa mampu melahirkan sesuatu yang besar, bahkan dari titik awal yang sederhana.
Meski kini berjalan di jalur masing-masing, hubungan dengan rekan-rekan lama tetap terjalin erat melalui PT Indonesia Monitoring News sebagai wadah kolaborasi dan sinergi.
Baginya, perjalanan ini bukan soal menjadi sosok besar, melainkan tentang keberanian untuk memulai ketika banyak orang memilih ragu. Tentang bertahan saat jalan terasa sunyi, dan terus melangkah meski penuh keterbatasan.
“Di usia berapa pun, tak ada yang mustahil. Kadang, yang kita butuhkan untuk memulai bukanlah pengalaman, melainkan keyakinan bahwa kita mampu,” ujarnya.
[ A. Qosim ]












