Puruk Cahu, Kalteng | PELINDUNGNEGERI.com – Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Murung Raya kembali menjadi perhatian masyarakat. Salah satu yang paling banyak disorot adalah proyek Bundaran Perdi yang hingga kini belum rampung meski telah melalui beberapa tahap pekerjaan dengan nilai anggaran yang cukup besar.
Kondisi proyek yang belum selesai tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan dari masyarakat. Bahkan, sebagian fasilitas yang telah dibangun dikabarkan mulai mengalami kerusakan, sehingga memunculkan dugaan adanya permasalahan dalam perencanaan maupun pelaksanaan pekerjaan.
Tim awak media telah berupaya meminta penjelasan kepada pihak terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Murung Raya sebagai instansi yang menangani pembangunan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak yang berwenang belum dapat memberikan keterangan resmi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, upaya konfirmasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Murung Raya juga telah dilakukan guna memperoleh penjelasan mengenai perkembangan proyek-proyek yang menjadi sorotan publik. Akan tetapi, hingga saat ini belum diperoleh tanggapan resmi dari kedua pimpinan daerah tersebut.
Tidak hanya Bundaran Perdi, beberapa proyek lain juga menjadi perhatian masyarakat. Di antaranya pembangunan ruas Jalan Tumbang Lahung–Tumbang Kunyi yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis, serta pembangunan SMP Negeri 5 yang disebut-sebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena hasil pekerjaan yang dipersoalkan oleh sejumlah pihak.
Masyarakat juga menyoroti sejumlah proyek yang menggunakan anggaran tahun 2025. Beberapa pekerjaan diduga tidak memasang papan informasi proyek, minim penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta kurangnya pengawasan di lapangan. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa sebagian pekerjaan tidak dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di tengah berbagai sorotan tersebut, beredar informasi mengenai adanya pertemuan antara jajaran Pemerintah Kabupaten Murung Raya dengan pihak Kejaksaan Negeri Murung Raya beberapa waktu lalu. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi yang menjelaskan substansi pertemuan tersebut maupun kaitannya dengan sejumlah proyek yang sedang menjadi perhatian masyarakat.
Publik berharap pemerintah daerah, instansi teknis, serta aparat penegak hukum dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Transparansi dalam pelaksanaan pembangunan dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sampai berita ini ditayangkan, media masih membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan sesuai ketentuan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
( YA )



















