Daerah Penghasil Menuntut Keadilan Fiskal: Saatnya Pemerintah Pusat dan Pemprov Lebih Memperhatikan Kontribusi Daerah

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : H. Syahrir Nasution S.E, M.M PECI – POLITICAL & ECONOMIC CONSULTING INSTITUTE – Indonesia.

Medan (Sumut) l Pelindungnegeri.com – Wacana mengenai keadilan fiskal kembali mengemuka seiring semakin kuatnya tuntutan dari daerah-daerah penghasil sumber daya alam agar memperoleh perhatian yang lebih proporsional dari pemerintah. Daerah yang selama ini menjadi penyumbang besar bagi penerimaan negara dinilai masih belum merasakan manfaat pembangunan yang sebanding dengan kontribusi yang mereka berikan.

Berbagai kalangan menilai sudah saatnya pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi membuka ruang dialog yang lebih serius terkait pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH) dan pembangunan kawasan penghasil sumber daya alam. Dalam sistem keuangan negara, Dana Bagi Hasil memang dirancang sebagai instrumen untuk mengurangi ketimpangan fiskal antara pusat dan daerah, sekaligus memberikan kompensasi kepada daerah yang menghasilkan sumber penerimaan negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Namun dalam praktiknya, masih banyak daerah penghasil yang menghadapi berbagai persoalan mendasar, mulai dari keterbatasan infrastruktur, akses pendidikan, layanan kesehatan hingga minimnya lapangan pekerjaan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sejauh mana kontribusi daerah terhadap pendapatan negara telah dikembalikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

 

“Mulai lah menghargai daerah-daerah penghasil. Jangan hanya ketika negara membutuhkan hasil bumi, hasil tambang, perkebunan, kehutanan maupun sumber daya lainnya, daerah penghasil menjadi prioritas. Tetapi ketika berbicara pembangunan, daerah-daerah tersebut justru sering tertinggal,” demikian pandangan yang berkembang di tengah masyarakat.

Sumatera Utara sendiri merupakan salah satu provinsi yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui sektor perkebunan, pertambangan, kehutanan, perikanan hingga energi.

Baca Juga:  Peduli Kesehatan Warga, Satgas TMMD Ke 127 Kodim 0808/Blitar Kerjakan Pondasi MCK Mbah Sinem

Kabupaten-kabupaten di wilayah pantai barat dan pesisir Sumatera Utara, termasuk Mandailing Natal, selama bertahun-tahun menjadi bagian penting dalam menopang berbagai aktivitas ekonomi berbasis sumber daya alam.

Karena itu, sejumlah tokoh masyarakat menilai Pemerintah Provinsi Sumatera Utara perlu lebih aktif memperjuangkan kepentingan daerah-daerah penghasil di tingkat nasional.

Mereka mempertanyakan mengapa gaung perjuangan tersebut belum terdengar kuat di tengah semakin besarnya tuntutan pemerataan pembangunan.

Secara regulasi, pemerintah memang telah menetapkan mekanisme penetapan daerah penghasil untuk memperoleh Dana Bagi Hasil dari sektor sumber daya alam seperti minyak dan gas bumi, kehutanan, mineral dan batubara, panas bumi serta perikanan. Tujuannya adalah menciptakan keseimbangan antara daerah penghasil dengan daerah lainnya.

Meski demikian, masyarakat berharap ke depan konsep pembangunan tidak hanya berfokus pada besaran transfer dana semata, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah di daerah melalui hilirisasi industri, pembukaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pembangunan infrastruktur yang memadai.

“Jangan sampai daerah hanya menjadi tempat mengambil kekayaan alam, sementara manfaat ekonomi terbesar justru dinikmati di luar daerah. Keadilan pembangunan harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang hidup berdampingan dengan sumber daya alam tersebut,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.

Tuntutan ini bukan semata persoalan anggaran, melainkan menyangkut rasa keadilan bagi daerah-daerah yang selama puluhan tahun telah menjadi penopang penerimaan negara. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi sangat penting agar pembangunan nasional berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil.

(Jasuti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pelindungnegeri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Garut Dorong Pengembangan Domba Garut untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat
Ponpes Nurul Fatah Gelar Maulid, Wisuda Tahfidz dan Amtsilati, Serta Khitanan Masal
Karhutla Hanguskan 10 Hektare Lahan di Pemulutan Barat, Polisi Ingatkan Warga Jangan Buang Puntung Rokok Sembarangan
Lantik Pengurus DHR-45, Bupati Garut Tekankan Nilai Perjuangan dan Kemandirian
Dua Tahun Kayu Tumbang Tutupi Separuh Badan Jalan Di Desa Sikumbu, Camat dan Babinsa Turun Langsung Angkat Batang Kayu Pakai Alat Berat
Polsek Lingga Bayu Gelar Jumat Berkah, Salurkan Tali Asih kepada Warga Desa Aek Garingging
Rusli Bacan Nyatakan Kesiapan Ikut Kontestasi Pilkades Telukbango 2026–2034
SDN 1 Cimanganten Raih 8 Prestasi di Bidang Seni, Agama, dan Bahasa Sunda Tingkat Kecamatan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 02:01 WIB

Bupati Garut Dorong Pengembangan Domba Garut untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 13 September 2026 - 23:22 WIB

Ponpes Nurul Fatah Gelar Maulid, Wisuda Tahfidz dan Amtsilati, Serta Khitanan Masal

Minggu, 13 September 2026 - 04:28 WIB

Karhutla Hanguskan 10 Hektare Lahan di Pemulutan Barat, Polisi Ingatkan Warga Jangan Buang Puntung Rokok Sembarangan

Sabtu, 12 September 2026 - 23:05 WIB

Lantik Pengurus DHR-45, Bupati Garut Tekankan Nilai Perjuangan dan Kemandirian

Sabtu, 12 September 2026 - 01:19 WIB

Dua Tahun Kayu Tumbang Tutupi Separuh Badan Jalan Di Desa Sikumbu, Camat dan Babinsa Turun Langsung Angkat Batang Kayu Pakai Alat Berat

Berita Terbaru