Pelindungnegeri.com Sulawesi Utara – 12 April 2026 – Sorotan tajam publik kini mengarah pada dugaan praktik mafia solar yang disebut-sebut melibatkan sosok bernama Frenly. Nama ini mencuat di tengah berbagai keluhan masyarakat terkait distribusi solar yang diduga tidak tepat sasaran, bahkan terindikasi dimainkan oleh oknum tertentu.
Yang menjadi pertanyaan besar, hingga kini belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum, meskipun isu ini telah beredar luas di tengah masyarakat. Kondisi ini memunculkan spekulasi liar: apakah ada kekuatan besar di balik sosok Frenly hingga seolah tak tersentuh hukum?
Sejumlah kalangan menilai, jika benar praktik ini terjadi dan tidak ditindak, maka hal tersebut berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Apalagi, distribusi bahan bakar bersubsidi seperti solar menyangkut hajat hidup masyarakat luas, khususnya nelayan dan pelaku usaha kecil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bukan sekadar soal distribusi BBM, ini soal keadilan. Jika ada dugaan pelanggaran, maka harus diusut tuntas tanpa pandang bulu,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Publik pun mulai mempertanyakan sikap aparat, bahkan muncul opini yang menyebut seolah-olah ada “kekebalan hukum” terhadap pihak tertentu. Narasi seperti ini tentu menjadi ancaman serius bagi citra penegakan hukum di Indonesia jika tidak segera dijawab dengan langkah konkret.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan keterlibatan Frenly dalam praktik mafia solar tersebut. Masyarakat berharap aparat penegak hukum, baik di tingkat daerah maupun pusat, segera memberikan klarifikasi dan melakukan penyelidikan secara transparan.
Kasus ini menjadi ujian nyata bagi komitmen penegakan hukum di Indonesia: apakah hukum benar-benar berdiri tegak tanpa intervensi, atau justru tumpul ke atas dan tajam ke bawah.
“Apakah Mafia Solar Frenly Lebih Tinggi Pangkatnya dari Kapolri dan Kapolda Sulut..?
(Noval)












