Karawang, JABAR | PELINDUNGNEGERI.com- Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum BULOG terus mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Beras alokasi Juli–September 2026 di Provinsi Jawa Barat. Sebanyak 6.039.551 Penerima Bantuan Pangan (PBP) menjadi sasaran program dengan total alokasi mencapai 181.186.530 kilogram atau lebih dari 181 ribu ton beras.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara bertahap hingga ke tingkat desa. Salah satunya berlangsung di Desa Sindangsari, Kabupaten Karawang, dengan jumlah penerima mencapai 1.092 PBP.
Masing-masing penerima mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Dengan demikian, total beras yang disalurkan kepada masyarakat penerima di Desa Sindangsari mencapai 32.760 kilogram atau 32,76 ton.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Kabupaten Karawang tercatat sebagai salah satu wilayah dengan cakupan penerima cukup besar di Jawa Barat. Sebanyak 249.725 PBP mendapatkan Bantuan Pangan Beras dengan total alokasi mencapai 7.491.750 kilogram atau sekitar 7.491 ton.
Besarnya jumlah bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan pokok di tengah kebutuhan ekonomi yang terus meningkat.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat sinergi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar bantuan pangan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Menurut Amran, data penerima Bantuan Pangan berasal dari Kementerian Sosial. Pemerintah kemudian memastikan proses penyaluran berjalan sesuai sasaran sehingga bantuan yang telah dialokasikan dapat diterima masyarakat secara utuh.
“Jangan sampai ada satu kilogram pun yang tidak sampai kepada penerima. Karena itu, Bapanas, BULOG bersama pemerintah daerah terus mengawal penyalurannya agar tepat sasaran, tepat waktu, dan diterima masyarakat dalam kondisi baik,” ujar Amran.
Amran juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam proses distribusi. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bapanas, BULOG hingga jajaran di tingkat desa diminta terus melakukan pengawasan agar bantuan tidak mengalami kendala dalam proses penyalurannya.
“Kita tidak ingin ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pangan. Karena itu, seluruh jajaran harus bergerak bersama, dari pusat sampai daerah, agar bantuan pangan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. menyampaikan bahwa BULOG siap memastikan ketersediaan stok beras untuk memenuhi kebutuhan program Bantuan Pangan.
“BULOG memastikan stok beras untuk Bantuan Pangan tersedia dan siap disalurkan. Kami terus memperkuat proses distribusi hingga ke titik penerima agar bantuan pemerintah ini dapat sampai kepada masyarakat secara tepat jumlah dan tepat sasaran,” ujar Rizal.
Menurut Rizal, cakupan program yang mencapai jutaan penerima di Jawa Barat membutuhkan kesiapan stok, jaringan pergudangan, serta koordinasi distribusi yang kuat agar seluruh tahapan berjalan lancar.
“Bagi BULOG, setiap kilogram beras yang disalurkan bukan sekadar angka, tetapi merupakan bagian dari upaya negara memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, kami akan terus memastikan proses penyaluran berjalan lancar hingga bantuan diterima masyarakat,” lanjutnya.
Penyaluran Bantuan Pangan Beras dari tingkat provinsi hingga ke desa menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas jangkauan bantuan pangan kepada masyarakat. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan pangan masyarakat penerima.
Bapanas bersama BULOG dan pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi serta pengawasan agar penyaluran Bantuan Pangan Beras alokasi Juli–September 2026 di Jawa Barat berlangsung efektif, transparan, tepat waktu, dan tepat sasaran.
Reporter: MK















