Sukabumi | PelindungNegri.com-
Suasana duka menyelimuti Kampung Leuwinanggung, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun bernama Nizam (nama kecil Nizam) meninggal dunia pada Kamis malam, 19 Februari 2026, setelah sebelumnya diduga mengalami perlakuan kejam dari ibu tirinya sendiri.
Kabar meninggalnya Nizam membuat warga terpukul. Anak yang seharusnya tumbuh dalam dekapan kasih sayang itu justru diduga mengalami penderitaan di dalam rumahnya sendiri. Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa sebelum meninggal dunia, kondisi Nizam sudah sangat memprihatinkan dan tubuhnya ditemukan dengan sejumlah luka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nizam sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, kondisi yang sudah melemah membuat upaya penyelamatan tidak berhasil. Takdir berkata lain, dan bocah malang itu menghembuskan napas terakhirnya di usia yang masih sangat belia.
Pak Sobari, warga setempat yang pertama menyampaikan kabar duka tersebut, mengaku tak kuasa menahan kesedihan. “Kami semua sangat terpukul. Tidak menyangka anak sekecil itu harus mengalami penderitaan seperti ini. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan husnul khatimah,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Dugaan sementara, korban mengalami kekerasan fisik sebelum akhirnya meninggal dunia. Meski demikian, kebenaran atas dugaan tersebut masih dalam proses penanganan pihak berwenang. Warga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini agar keadilan benar-benar ditegakkan.
Kepergian Nizam meninggalkan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar yang ikut merasakan pilunya kisah tersebut. Banyak warga menilai tragedi ini sebagai pengingat keras bahwa anak-anak adalah amanah yang harus dijaga, bukan dilukai.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi semua pihak tentang pentingnya perlindungan terhadap anak dari segala bentuk kekerasan. Setiap anak berhak hidup aman, dicintai, dan dibesarkan dengan penuh tanggung jawab serta ketulusan.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menantikan perkembangan resmi dari pihak berwenang terkait penanganan kasus tersebut.
(Reporter: Aris Prastio)












