Bitung, 20 Mei 2026 — Nuansa budaya dan penghormatan adat mewarnai pelaksanaan penganugerahan Gelar Adat Minahasa kepada sejumlah pimpinan daerah dan aparat negara di Kota Bitung. Kegiatan berlangsung khidmat, penuh makna, serta menjadi simbol penghargaan masyarakat adat atas dedikasi dan pengabdian dalam menjaga keamanan, persatuan, dan pembangunan daerah.
Tokoh-tokoh yang menerima penganugerahan Gelar Adat Minahasa tersebut antara lain Wali Kota Hengky Honandar, Wakil Wali Kota Bitung, Kapolres Bitung, Dandim 1310/Bitung, serta Dansatrol Kodaeral VIII.
Penganugerahan adat ini diberikan sebagai bentuk penghormatan masyarakat adat Minahasa terhadap peran aktif para pemimpin dan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat persaudaraan lintas budaya, serta mendorong kemajuan Kota Bitung sebagai daerah yang harmonis dan terus berkembang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prosesi adat berlangsung dengan penuh khidmat melalui rangkaian tradisi budaya Minahasa yang sarat nilai kebersamaan, penghormatan, dan kearifan lokal. Kehadiran tokoh adat, unsur pemerintah, TNI-Polri, serta masyarakat semakin memperkuat makna kegiatan sebagai momentum mempererat hubungan antara pemimpin dan rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, para tokoh adat menyampaikan bahwa gelar adat bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi juga amanah moral untuk terus menjaga nilai persatuan, melindungi masyarakat, serta menghormati budaya dan adat istiadat daerah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman modern, sekaligus memperkuat sinergitas antara pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kedamaian dan kemajuan Kota Bitung.
Momentum penganugerahan Gelar Adat Minahasa tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang menilai kebersamaan antara unsur adat, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kekuatan penting dalam menjaga harmoni sosial serta persatuan bangsa di Sulawesi Utara.
Lukman Inaku



















