SKANDAL SPBU TABABO! WARTAWAN DIINTIMIDASI SAAT BONGKAR MAFIA SOLAR – BAYANG-BAYANG KEKUASAAN BUPATI MITRA DAN DIAMNYA APH DISOROT

- Penulis

Minggu, 8 Maret 2026 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Sulawesi Utara | 8 Maret 2026 – Kasus intimidasi dan dugaan pemukulan terhadap seorang wartawan di SPBU Tababo, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), kembali memantik kemarahan publik. Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026 itu dinilai bukan sekadar tindakan premanisme, tetapi diduga berkaitan dengan upaya membungkam wartawan yang tengah mengungkap praktik mafia BBM solar bersubsidi.

Korban, Vikri Manzanaris, menyatakan dirinya mengalami intimidasi saat melakukan tugas jurnalistik untuk memantau dugaan penyimpangan distribusi BBM di SPBU tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah yang dilakukannya adalah bagian dari upaya membuka praktik mafia BBM yang merugikan negara dan masyarakat kecil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Wartawan yang sedang menjalankan fungsi kontrol sosial itu justru mendapat tekanan dan intimidasi dari oknum yang diduga merupakan kaki tangan dari pengelola atau pihak yang berkaitan dengan SPBU tersebut.

Merasa menjadi korban kekerasan dan intimidasi, Vikri Manzanaris telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Ia kini menuntut agar aparat penegak hukum di Minahasa Tenggara tidak tinggal diam.

  • “Saya meminta Kapolres Minahasa Tenggara dan Polsek Belang untuk serius menangani kasus ini. Jangan hanya diam melihat wartawan dipukul dan diintimidasi. Saya menjalankan tugas negara membuka praktik mafia BBM solar bersubsidi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dugaan bahwa para pelaku intimidasi memiliki kedekatan dengan pihak pengelola SPBU yang disebut-sebut terkait dengan lingkar kekuasaan di daerah tersebut.

Baca Juga:  Masyarakat Antusias Sambut Jokowi di Lampung, Proses Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Tetap Jadi Sorotan

Menurut Vikri, aparat penegak hukum tidak boleh gentar atau ragu hanya karena pemilik atau pihak yang berkaitan dengan SPBU tersebut merupakan pejabat pemerintah.

  • “Jangan karena pemilik SPBU diduga merupakan pejabat daerah, lalu aparat menjadi ragu menegakkan hukum. Hukum harus berdiri di atas semua kepentingan,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar kasus ini tidak berhenti di tengah jalan atau berakhir tanpa kejelasan.

  • “Kasus ini jangan sampai hanya berakhir di bawah meja penyelidikan. Saya meminta penegakan hukum yang transparan dan adil,” tegasnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian luas karena tidak hanya menyangkut dugaan kekerasan terhadap wartawan, tetapi juga membuka dugaan adanya praktik mafia BBM bersubsidi yang selama ini merugikan negara dan masyarakat.

Publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum. Jika kasus intimidasi terhadap wartawan yang sedang mengungkap dugaan kejahatan ekonomi saja tidak mampu ditangani secara serius, maka kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di daerah akan semakin runtuh.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi aparat dan pemerintah daerah bahwa kebebasan pers adalah pilar demokrasi. Setiap bentuk kekerasan, intimidasi, maupun upaya membungkam wartawan harus ditindak tegas tanpa pandang bulu.

(N.Uber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pelindungnegeri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Ketahanan Pangan, Sertu Alim Santoso Dampingi Poktan Tani Makmur Tanam Padi di Jambewangi
Dukung Pembangunan Jembatan Garuda, Serka Ahmad Mubarok Bersama Warga Rejosari Gelar Pelebaran Jalan
Babinsa Ngadri Bersama Warga Gelar Penghijauan, Tanam Pohon Durian dan Nangka
Jembatan “WILUJENG SUMPING” Desa Karanganyar Tampil Lebih Menarik dan Nyaman bagi Masyarakat
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H.: Desak Presiden Perintahkan Gubernur Jabar Segera Selesaikan RS Limbangan, Jangan Biarkan Rakyat Terus Menunggu
Pinggir Aspal Jalan Lintas Lobung — Simpang Gambir Rusak Diduga Akibat Aktivitas Alat Berat , Warga dan Pemdes Mengeluh
TASYAKURAN YAYASAN PYNM UMMU HAMDAH MERIAHKAN MPLS, KENAIKAN KELAS, DAN KELULUSAN SMPIT AL-AZHAR 24 SERTA SMAIT UMMU HAMDAH CENDIKIA 02
DRAMATIS! Gol Tunggal Fuji Bawa PSTS FC Bungkam Bintang Timur FC di Torusan Cup IV Rasoki
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 04:51 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Sertu Alim Santoso Dampingi Poktan Tani Makmur Tanam Padi di Jambewangi

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:31 WIB

Dukung Pembangunan Jembatan Garuda, Serka Ahmad Mubarok Bersama Warga Rejosari Gelar Pelebaran Jalan

Senin, 27 Juli 2026 - 04:41 WIB

Babinsa Ngadri Bersama Warga Gelar Penghijauan, Tanam Pohon Durian dan Nangka

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:36 WIB

Jembatan “WILUJENG SUMPING” Desa Karanganyar Tampil Lebih Menarik dan Nyaman bagi Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:13 WIB

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H.: Desak Presiden Perintahkan Gubernur Jabar Segera Selesaikan RS Limbangan, Jangan Biarkan Rakyat Terus Menunggu

Berita Terbaru