INDONESIA — Pada tanggal 1 Juni 2026, segenap bangsa Indonesia kembali mengenang, merayakan, dan meresapi momen bersejarah yang menjadi pondasi berdirinya negara ini: Hari Lahir Pancasila. Peringatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momen sakral untuk meneguhkan kembali komitmen kita bersama dalam menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya dasar negara, ideologi pemersatu, dan bimbingan utama dalam setiap langkah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Semangat menjaga kedaulatan dan persatuan ini juga dikumandangkan oleh jajaran TNI Angkatan Laut, khususnya di wilayah Sulawesi Utara. Komandan Satuan Kapal Patroli (Satrol) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CHRMP. menyampaikan pesan khidmat dalam peringatan Hari Lahir Pancasila ini. Beliau menegaskan bahwa seluruh prajurit di bawah komandonya bertekad menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman utama dalam setiap tugas pengamanan perairan, penjagaan kedaulatan laut, serta pengabdian kepada masyarakat dan negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagi kami yang bertugas menjaga garis terdepan kedaulatan NKRI, Pancasila adalah benteng dan kompas. Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial adalah nilai yang kami jaga dan amalkan, agar laut kita tetap aman, damai, dan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., mewakili seluruh prajurit Satrol Kodaeral VIII.
Tujuh puluh satu tahun lalu, Pancasila diperkenalkan sebagai gagasan luhur yang lahir dari rahim perjuangan para pendiri bangsa, merangkum cita-cita, nilai, dan kearifan luhur dari seluruh elemen suku, agama, ras, dan budaya yang ada di Nusantara. Lima sila yang tercantum di dalamnya — Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia — adalah rumusan agung yang menjamin keberagaman kita tetap utuh, damai, dan berjalan beriringan menuju tujuan bersama.
Di tahun 2026 ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung semangat untuk semakin memperkokoh persatuan di tengah dinamika zaman, tantangan pembangunan, maupun arus perubahan global yang terus bergerak cepat. Pancasila hadir sebagai jawaban nyata bahwa Indonesia hanya bisa besar, kuat, dan sejahtera jika kita berpegang teguh pada prinsip persatuan, toleransi, gotong royong, dan keadilan bagi semua warga negara tanpa terkecuali.
Pancasila adalah jati diri bangsa. Ia adalah benteng yang melindungi kita dari perpecahan, pedoman dalam beretika, serta kompas arah pembangunan nasional. Mulai dari tingkat pusat hingga ke pelosok desa, dari daratan hingga ke perairan nusantara, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, semangat Pancasila harus hidup dalam setiap kebijakan pemerintah, setiap karya pembangunan, hingga dalam interaksi sosial sehari-hari masyarakat.
Kita mengajak seluruh elemen bangsa — pemerintah, aparatur negara termasuk seluruh jajaran TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan, pelaku usaha, pemuda, hingga seluruh lapisan rakyat — untuk merayakan hari bersejarah ini dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab. Jadikan momen ini sebagai waktu yang tepat untuk merenung kembali: apakah tindakan kita, karya kita, dan ucapan kita sudah selaras dengan nilai-nilai luhur Pancasila?
Khususnya bagi generasi muda, Pancasila adalah warisan berharga yang wajib dijaga, dihayati, dan diterjemahkan dalam tindakan nyata demi kemajuan bangsa. Di tangan para pemudalah masa depan Indonesia ditentukan, dan Pancasila adalah kompas yang memastikan arahnya tidak pernah salah.
Mari kita jaga terus keutuhan NKRI, rawat keberagaman sebagai kekayaan terbesar kita, dan wujudkan cita-cita besar negara: Indonesia yang berdaulat, bersatu, adil, makmur, dan beradab.
Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.
“Pancasila Jiwa Bangsa, Pancasila Pemersatu Kita, Pancasila Jalan Indonesia Maju.”
Lukman



















