PERADI Karawang Desak Kejari Geledah BTN dalam Kasus Dugaan KPR Fiktif PT BAS

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 02:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang,JABAR | PELINDUNG NEGERI. com– Kasus dugaan korupsi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) fiktif yang menyeret PT Bumi Artha Sedayu (BAS) selaku pengembang Perumahan Citra Swarna Grande dan Kartika Residence kembali menjadi sorotan publik. Setelah pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang melakukan penggeledahan hingga penyegelan kantor PT BAS di Bekasi, kini desakan muncul agar penyelidikan diperluas hingga ke pihak perbankan.

Ketua PERADI Karawang, Asep Agustian atau yang akrab disapa Askun, meminta Kejari Karawang untuk serius dan menyeluruh dalam mengusut perkara tersebut, termasuk melakukan penggeledahan terhadap kantor Bank Tabungan Negara Cabang Karawang.
Menurutnya, tidak mungkin proses pembangunan perumahan dan pencairan pembiayaan KPR berjalan tanpa adanya keterlibatan serta dokumen yang diterima pihak bank. Ia menilai hubungan antara developer dan bank merupakan satu kesatuan yang harus diperiksa secara menyeluruh.
“Kalau hanya PT BAS yang diperiksa, saya khawatir efeknya nanti justru kepada konsumen. Banyak masyarakat yang sudah membayar angsuran bertahun-tahun tetapi rumah belum juga dibangun,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Askun juga menyoroti dugaan modus penggunaan joki dalam pengajuan KPR yang menurutnya bukan hal baru. Ia menduga praktik tersebut sudah lama terjadi dan melibatkan beberapa pihak.
“Joki ini hanya dipakai namanya dan diberi uang. Konsumen asli dibuat seolah-olah bermasalah di sistem perbankan sehingga diarahkan memakai joki. Dugaan saya ada kemufakatan jahat antara oknum tertentu, joki, developer hingga pihak bank,” tegasnya.

Tak hanya itu, Askun turut menyindir slogan BTN yang selama ini dikenal sebagai “Sahabat Keluarga Indonesia, Aman dan Terpercaya”. Menurutnya, kondisi yang dialami konsumen saat ini justru menunjukkan sebaliknya.

“Aman dari mana? Terpercaya dari mana? Faktanya banyak konsumen sekarang chaos karena rumah tidak kunjung ada. Jangan sampai BTN cuci tangan dalam persoalan ini,” katanya.

Ia juga meminta Otoritas Jasa Keuangan untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan pemeriksaan terhadap BTN apabila ditemukan dugaan pelanggaran dalam proses pembiayaan KPR tersebut.
Selain dugaan KPR fiktif, Askun menilai kebijakan kenaikan angsuran kredit yang tidak tetap setiap tahun juga semakin memberatkan masyarakat, terlebih di tengah kondisi ekonomi saat ini. Ia menyoroti sikap bank yang dinilai cepat memberikan teguran keras kepada nasabah yang terlambat membayar cicilan.
“Baru telat satu bulan sudah dipasang plang pengawasan bank. Kalau begini masyarakat jadi takut untuk menabung dan mengambil kredit di BTN,” tambahnya.

PERADI Karawang berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan transparan dalam mengusut kasus tersebut agar seluruh pihak yang diduga terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.
“Kalau memang terbukti ada pelanggaran dan kerugian masyarakat, ya proses semua pihak yang terlibat. Jangan berhenti hanya di PT BAS,” pungkasnya.

Reporter: WA Qosim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pelindungnegeri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MTs Najaahan Ke Bayongbong Buka 2 Rombel Baru, Gandeng Polsek Isi Materi Cegah Kekerasan dan Narkoba
MTs Najaahan Ke Bayongbong Buka 2 Rombel Baru, Gandeng Polsek Isi Materi Cegah Kekerasan dan Narkoba
Pendaftaran MTs Attaqwa Naik 10 Persen, MPLS Usung Tema Mata Muda
SPPG Haurkuning Sajikan Menu Sehat, Higienis, dan Sesuai Selera Anak-Anak
Viral di Garut, Sawah Lega Rancamaya mirip Danau Kecil dengan view Gunung Cikuray
MI Attaqwa Terima 96 Siswa Baru, Kepsek Harap Ada Bantuan Penambahan Ruang Kelas
Reses Sidang ke III Jondris Pakpahan Anggota DPRD Siak Fraksi Golkar, Warga Keluhkan Lampu Jalan
Sholat Dhuha Perdana Jadi Momen Perpisahan Kepala SMPN 2 Karangpawitan Jelang Purna Bakti
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:23 WIB

MTs Najaahan Ke Bayongbong Buka 2 Rombel Baru, Gandeng Polsek Isi Materi Cegah Kekerasan dan Narkoba

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:27 WIB

MTs Najaahan Ke Bayongbong Buka 2 Rombel Baru, Gandeng Polsek Isi Materi Cegah Kekerasan dan Narkoba

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pendaftaran MTs Attaqwa Naik 10 Persen, MPLS Usung Tema Mata Muda

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:17 WIB

SPPG Haurkuning Sajikan Menu Sehat, Higienis, dan Sesuai Selera Anak-Anak

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:14 WIB

MI Attaqwa Terima 96 Siswa Baru, Kepsek Harap Ada Bantuan Penambahan Ruang Kelas

Berita Terbaru