LINGGA BAYU, MANDAILING NATAL I Pelindungnegeri.com-
Wujud kepedulian dan rasa empati terhadap sesama kembali ditunjukkan jajaran Gerakan Pramuka Kecamatan Lingga Bayu.
Ketua/Kakak Kwarran Lingga Bayu Kholis Nasution bersama sejumlah anggota Dewan Kerja Ranting (DKR) Gerakan Pramuka Kecamatan Lingga Bayu melaksanakan takziah ke rumah duka, atas meninggal nya orang tua dari Erma salah seorang anggota DKR Pramuka Kecamatan Lingga Bayu sebagai bentuk penghormatan sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang sedang berduka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain dari pada Kwarran dan DKR yang berasal dari sekolah SMA Negeri 1 Lingga Bayu dan MAN 4 Madina, ada juga guru – guru yang mendampingi dari SMA dan ditambah juga dengan Anak anak Paskibra Kecamatan Lingga Bayu.
Kegiatan takziah tersebut berlangsung di rumah duka yang berada di Desa Simpang Bajole, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, pada Selasa (8/09/2026).
Kedatangan jajaran Kwarran dan DKR Lingga Bayu disambut keluarga yang tengah berduka. Dalam suasana penuh keharuan, rombongan menyampaikan ucapan belasungkawa serta do’a agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.
Kakak Kwarran Lingga Bayu menyampaikan bahwa kehadiran mereka bukan hanya sebagai bentuk kepedulian organisasi, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang selama ini menjadi bagian penting dalam Gerakan Pramuka.
“Kami dari Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Lingga Bayu turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran serta kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” ungkapnya.
Selain itu Kak Kwarran juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga anggota DKR tidak bisa ikut mensholatkan jenazah karena berhubung ada sesuatu hal halangan dan selain itu untuk Putra Rahmadani juga yang orang tua nya baru meninggal saat itu kita belum sempat Taksiah karena kegiatan 17-an tetapi kita sempat datang juga kesana waktu Almarhum bapak nya meninggal
Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga mengajak keluarga yang ditinggalkan untuk tetap bersabar dan ikhlas menerima ketetapan Allah SWT. Kehilangan orang yang dicintai tentu menjadi sebuah ujian berat, namun setiap insan pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta.
Kegiatan takziah berlangsung dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan. Sejumlah anggota DKR yang hadir juga mengikuti rangkaian doa bersama untuk mendoakan almarhum/almarhumah.
Kehadiran para anggota Pramuka di rumah duka mendapat apresiasi dari pihak keluarga. Bagi keluarga, perhatian dan dukungan yang diberikan menjadi penguat di tengah suasana kehilangan.
Gerakan Pramuka sendiri tidak hanya dikenal melalui kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, tetapi juga memiliki nilai kepedulian sosial, kebersamaan, gotong royong dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan takziah tersebut, Kwarran dan DKR Gerakan Pramuka Kecamatan Lingga Bayu kembali menunjukkan bahwa semangat “Pramuka untuk Masyarakat” dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Kegiatan ditutup dengan do’a bersama. Rombongan kemudian berpamitan kepada keluarga dengan harapan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesehatan, kesabaran dan kekuatan untuk menjalani hari-hari berikutnya.
Turut berduka cita. Semoga almarhum/almarhumah husnul khatimah, amal ibadah diterima Allah SWT, diampuni segala kekhilafan, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan.
Kegiatan ditutup dengan do’a yang dipimpin langsung oleh Ka Kwarran.
(Jasuti)















