Pembongkaran Jembatan Kali Apur Sudah Kondusif, Warga Soroti Konten @dani medan07 yang Dinilai Memicu Suasana Memanas

- Penulis

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, JABAR | Pelindungnegeri.com– Proses pembongkaran bangunan jembatan milik warga Dusun Pacing, Desa Dewisari, di aliran Kali Apur, Jalan Raya Rengasdengklok–Batujaya, Minggu (15/Februari/2026), berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Pembongkaran tersebut merupakan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama antara pemilik bangunan, masyarakat, Pemerintah Desa Dewisari, serta dinas terkait, di antaranya Balai Besar Wilayah Sungai dan Perum Jasa Tirta II, dalam rangka mendukung program normalisasi Kali Apur demi kepentingan masyarakat luas.

Namun, situasi yang telah berjalan damai sempat terusik oleh pernyataan seorang konten kreator TikTok dan YouTube dengan akun @dani medan07 yang menyebut pemilik bangunan sebagai “pemilik jembatan biang kerok Kali Apur”. Ucapan tersebut dinilai tidak pantas dan memicu kekecewaan dari pemilik bangunan, masyarakat, paguyuban pandan ireng serta unsur pemerintah desa dewi dari.
Warga dan Pemerintah Desa Dewisari menegaskan bahwa pembongkaran dilakukan bukan karena konflik, melainkan melalui proses musyawarah dan kesepahaman bersama. Mereka menyayangkan adanya narasi yang terkesan menyudutkan dan berpotensi menimbulkan gesekan baru di tengah suasana yang sudah kondusif.
Pemilik bangunan, Pak Rendy, mengaku sangat terpukul atas penyebutan tersebut.

Ia menegaskan sejak awal tidak pernah menghalangi proses pembongkaran, bahkan mendukung penuh kegiatan itu dengan menyediakan konsumsi bagi para petugas di lokasi.
“Semuanya sudah melalui kesepakatan bersama. Saya tidak pernah menghambat. Tapi ketika disebut sebagai biang kerok, itu sangat melukai harga diri saya dan keluarga,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Ketua Yayasan Paguyuban Pandan Ireng Kabupaten Karawang, Parman, turut menyampaikan sikap tegas atas unggahan tersebut. Ia meminta agar tayangan TikTok dan YouTube yang memuat narasi “jembatan biang kerok” segera dihapus apabila memang ada itikad baik untuk menjaga kondusivitas wilayah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami meminta dengan tegas agar seluruh tayangan di TikTok dan YouTube yang menyebut ‘jembatan biang kerok’ segera dihapus. Kalau memang ada itikad baik, jangan justru menambah keruh suasana yang sudah damai karena ulah oknum YouTuber @dani medan07,” ujar Parman.
Ia menegaskan bahwa persoalan pembongkaran telah selesai secara musyawarah dan tidak ada konflik sebagaimana yang digambarkan dalam konten tersebut. Karena itu, menurutnya, tidak ada alasan untuk membangun opini yang menyudutkan atau merendahkan pihak tertentu.

Baca Juga:  Agresi Terbuka, Dunia Membisu: Serangan AS–Israel 28 Februari 2026 Mengubur Hukum Perang Internasional

Selain itu, warga juga menyoroti pernyataan konten kreator tersebut yang dalam unggahannya membawa-bawa identitas dirinya sebagai anak pensiunan TNI Angkatan Darat. Sejumlah tokoh masyarakat menilai penyebutan tersebut tidak relevan dengan persoalan yang dibahas dan justru berpotensi mencoreng marwah keluarga besar purnawirawan TNI yang selama ini dikenal menjunjung tinggi etika, kehormatan, dan kedisiplinan.

Hendra Suryana yang akrab disapa Ca’ah, Kasi Pelayanan Pemerintah Desa Dewisari, sebagai perwakilan pemerintah desa, juga sangat menyayangkan ucapan yang dinilai tidak pantas tersebut. Ia menyampaikan bahwa demi menjaga kondusivitas warga, pihaknya meminta kepada @dani medan07 untuk menciptakan keharmonisan dengan menyampaikan permohonan maaf atas ucapan yang dianggap memojokkan Pak Rendy.

“Kami dari Pemerintah Desa Dewisari pada prinsipnya ingin menjaga suasana tetap sejuk dan harmonis. Proses pembongkaran ini sudah selesai secara baik-baik melalui musyawarah. Jangan sampai ada pernyataan yang justru memicu salah paham di tengah masyarakat,” tegas Hendra.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah desa terbuka untuk dialog demi menyelesaikan persoalan secara bijak.
“Kami siap memfasilitasi pertemuan secara terbuka dan aman antara pihak-pihak yang merasa dirugikan. Lebih baik duduk bersama, klarifikasi secara langsung, dan saling memaafkan agar tidak ada lagi polemik yang berkepanjangan. Yang kami jaga adalah persatuan dan kondusivitas warga Dewisari,” tambahnya.

Masyarakat berharap para kreator konten lebih bijak dalam bertutur kata dan menyampaikan informasi. Ruang digital semestinya menjadi sarana edukasi yang membangun dan menyejukkan, bukan memperkeruh keadaan dengan narasi yang berpotensi memicu polemik baru. Kondusivitas yang telah terjaga dalam proses normalisasi Kali Apur diharapkan tetap dipertahankan tanpa adanya provokasi ataupun pernyataan yang dapat merugikan pihak tertentu.
( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pelindungnegeri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Garut Tegaskan Agen dan Pangkalan LPG 3 Kg Wajib Patuhi HET Rp18.500
Kementerian P2MI Tambah Alokasi Pelatihan bagi Calon Pekerja Migran Asal Garut
Bupati Garut Terima Audiensi Forum Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Garut Bersatu
Disnakertrans Garut Ingatkan Warga Hindari Jalur Nonprosedural untuk Bekerja di Luar Negeri
Bupati Garut Apresiasi Pengabdian Sekda dan Kepala Bakesbangpol Selama 35 Tahun
Pasir Tongkang Diduga Ilegal Masuk Batam untuk Menopang Pertumbuhan Konstruksi
Sambut HUT PGRI ke-81, PGRI Garut Kota Gelar Lomba Mewarnai, 390 Anak TK Tunjukkan Kreativitas
Taman, S.E. Dorong Pemuda Karawang Tampil Kreatif, Peduli, dan Berkontribusi bagi Daerah
Berita ini 232 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Bupati Garut Tegaskan Agen dan Pangkalan LPG 3 Kg Wajib Patuhi HET Rp18.500

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Kementerian P2MI Tambah Alokasi Pelatihan bagi Calon Pekerja Migran Asal Garut

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:13 WIB

Bupati Garut Terima Audiensi Forum Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Garut Bersatu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:09 WIB

Disnakertrans Garut Ingatkan Warga Hindari Jalur Nonprosedural untuk Bekerja di Luar Negeri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Pasir Tongkang Diduga Ilegal Masuk Batam untuk Menopang Pertumbuhan Konstruksi

Berita Terbaru