Mandailing Natal, Pantai Barat l Pelindung Negeri.com— Dunia pers di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tengah diselimuti duka mendalam. Kabar wafatnya salah satu insan pers terbaik Madina menjadi pukulan berat bagi keluarga besar jurnalis, media, serta seluruh pihak yang selama ini mengenal dedikasi dan pengabdiannya di dunia pemberitaan.
Almarhum dikenal sebagai sosok pekerja keras, rendah hati, dan konsisten menjunjung tinggi nilai-nilai jurnalistik. Sepanjang pengabdiannya, almarhum tak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi suara masyarakat, khususnya dalam mengawal isu-isu sosial, kemanusiaan, dan pembangunan di Mandailing Natal.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan seprofesi. Banyak kenangan, karya, dan jejak perjuangan yang telah ditorehkan, yang akan selalu dikenang oleh insan pers Madina.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Atas nama keluarga besar pers Mandailing Natal, kami kehilangan sosok yang berdedikasi dan memiliki komitmen kuat terhadap profesi jurnalistik,” ungkap salah seorang rekan sejawat.
Dari informasi yang dapat di himpun awak media ini hasil konfirmasi dengan Kepala desa Parbatasan Zamharuddin Nasution mengatakan alm. menghembuskan napas terakhir di rumah sakit M.Jamil Padang sekitar jam 4.00 wib pada Senin pagi (09/02/2026), dan tutup usia umur 62 tahun.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.
Selamat jalan, pejuang informasi. Jasamu akan selalu hidup dalam setiap karya jurnalistik yang jujur dan berintegritas.
(Jasuti)












