Di Tengah HUT Proklamasi ke-81, PUBOKSA ANGKAT BICARA — DPRD Bitung Dituduh Hanya Nyaman di Gedung Ber-AC, Janji Pemilu Hanya Manis di Mulut!
Pelindungnegeri.com
Bitung, 17 Agustus 2026 — Tepat di momen sakral peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81, saat seluruh bangsa merayakan kebebasan dan keadilan, justru muncul bukti pahit bahwa suara rakyat di Kota Bitung TELAH DIBISUKAN oleh wakil rakyat sendiri!
Persatuan Organisasi Lintas Adat, Agama dan Budaya (PUBOKSA) lewat Ketua Umumnya, Hutahean, meledakkan kecaman keras pasca upacara penaikan bendera di halaman Kantor Walikota Bitung pagi ini. PUBOKSA menuding DPRD Bitung secara terang-terangan MENGABAIKAN hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pekan lalu terkait keluhan warga soal maraknya aktivitas pemotongan kapal yang dijadikan besi tua — persoalan yang meresahkan warga, namun hingga hari ini TIDAK ADA SATU PUN ANGGOTA DEWAN YANG TURUN KE LAPANGAN!
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami dari PUBOKSA MENGECAM KERAS sikap DPRD Bitung yang seakan TULI dan BUTA terhadap keluhan warga! Sudah ada RDP pekan lalu, aspirasi sudah disampaikan dengan jelas — TAPI TIDAK ADA TANGGAPAN, TIDAK ADA KUNJUNGAN LAPANGAN, TIDAK ADA TINDAKAN NYATA! Anggota dewan hanya sibuk di dalam gedung ber-AC, menikmati fasilitas yang dibayar dengan UANG RAKYAT, padahal warga di luar sedang kesulitan dan berharap perhatian!” — tegas Hutahean, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, Senin (17/8).
PUBOKSA TEGASKAN DENGAN KERAS:
– ✓Janji saat pemilu ternyata HANYA MANIS DI MULUT! Begitu terpilih, langsung hilang dan lupa pada rakyat yang memilih mereka!
– ✓ Tidak ada tindak lanjut RDP! Pemotongan kapal jadi besi tua tetap berlangsung tanpa kendali, warga dirugikan, dewan diam saja!
– ✓DPRD Bitung HARUS SEGERA TURUN KE LAPANGAN! Jangan hanya duduk nyaman di kursi empuk — lihat langsung kondisi di lokasi, dengarkan langsung keluhan warga!
– ✓PERINGATAN KERAS: “JANGAN TUNGGU WARGA HARUS BERDEMO DAN MENGAMUK BARU MAU BERGERAK! Ingat — KALIAN DIBAYAR OLEH RAKYAT, BUKAN SEBALIKNYA!”
Ini bukan sekadar keluhan — ini TANTANGAN TERHADAP KEWAJIBAN KONSTITUSIONAL ANGGOTA DEWAN! Jika RDP yang sudah dijalani saja diabaikan, lalu untuk apa wakil rakyat itu ada? Apakah hanya untuk menghabiskan anggaran dan menikmati fasilitas negara tanpa peduli pada nasib konstituennya?
PUBOKSA menuntut transparansi dan tindakan nyata, BUKAN JANJI-JANJI KOSONG! Di hari kemerdekaan ini, rakyat Bitung menuntut satu hal: DENGARKAN SUARA KAMI, ATAU KAMI YANG AKAN DATANG MENGGUGAT KALIAN!
Uber















