Puisi Cuci Kaki Orang Tua dan Drama “Putus Sekolah” Harukan Pelepasan Kelas IX MTsN 6 Mandailing Natal

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lingga Bayu, Pantai Barat Mandailing Natal l Pelindungnegeri.com—
Suasana haru menyelimuti kegiatan Khatam Al-Qur’an dan Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 6 Mandailing Natal ketika dua penampilan istimewa sukses membuat para orang tua siswa serta tamu undangan meneteskan air mata.

Dua penampilan yang paling memukau tersebut adalah pembacaan puisi sekaligus prosesi mencuci kaki ibu dan ayah, serta pertunjukan drama berjudul “Putus Sekolah” yang menggambarkan realitas kehidupan masyarakat dengan sangat menyentuh.

Penampilan puisi dan prosesi cuci kaki orang tua dibawakan dengan penuh penghayatan oleh :
MIFTAHUL RAHMI NASUTION : IBU UMMI SURYANI
NAJWATUR RIZFI: AYAH RIDWAN NASUTION
JUNISAH Siregar : IBU NURIMAN

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam suasana yang penuh keharuan, para siswa membacakan puisi tentang perjuangan orang tua sambil mencuci kaki ibu dan ayah mereka sebagai bentuk penghormatan, rasa syukur, dan bakti anak kepada orang tua.

Tangis haru pun pecah di tengah acara. Banyak orang tua yang tidak mampu menahan air mata saat menyaksikan anak-anak mereka bersimpuh, memohon doa restu, dan menunjukkan rasa terima kasih atas perjuangan yang telah diberikan selama ini.

Salah seorang wali murid mengaku sangat tersentuh dengan prosesi tersebut.
“Ini sangat menyentuh hati. Sebagai orang tua, kami merasa bangga sekaligus terharu melihat anak-anak kami memahami betapa besar perjuangan orang tua dalam membesarkan mereka,” ujarnya.

Selain itu, pertunjukan drama berjudul “Putus Sekkolah”, ciptaan Lutan Nasution, juga berhasil menyita perhatian seluruh hadirin. Drama tersebut diperankan oleh Adelima Pebriani sebagai ibu, Faiz Alfarizy sebagai anak, serta didukung oleh Kelvin Sakban Parlaungan dan Izhar Al Faro Rangkuti.

Baca Juga:  Apreasasi Amankan 12 Ekscavator Backingan TNI, Polda Harus Tindak Termasuk Yang Dipayunginya

Alur cerita drama ini mengisahkan tentang seorang anak yang sejak kecil telah ditinggal wafat oleh ayahnya. Ia kemudian hidup bersama ibunya dalam kondisi serba kekurangan.

Setelah tamat sekolah, sang anak terpaksa pamit kepada ibunya untuk merantau karena sang ibu tidak mampu lagi membiayai pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Cerita tersebut sangat relevan dengan kondisi nyata yang dialami banyak keluarga saat ini, khususnya di daerah pedesaan, di mana keterbatasan ekonomi sering menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan.

Suasana aula semakin hening ketika adegan perpisahan antara ibu dan anak ditampilkan dengan penuh emosi. Banyak orang tua dan tamu undangan terlihat menyeka air mata karena merasa kisah tersebut begitu dekat dengan kehidupan mereka.

Kepala MTsN 6 Mandailing Natal, Hj. Junaida Nasution, S.Ag., M.A, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas dan kemampuan para siswa dalam menampilkan seni yang sarat makna dan nilai pendidikan.

“Ini bukan sekadar hiburan, tetapi bentuk nyata kemampuan anak-anak kita dalam menyalurkan bakat, kreativitas, dan pesan moral kepada masyarakat. Kami bangga karena mereka mampu menampilkan pertunjukan yang menyentuh hati dan memberikan pelajaran hidup,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi wadah penting untuk membangun karakter, rasa empati, serta penghargaan terhadap perjuangan orang tua dan pentingnya pendidikan.

Acara Khatam Al-Qur’an dan pelepasan siswa kelas IX MTsN 6 Mandailing Natal pun menjadi lebih bermakna karena tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga menjadi panggung pendidikan karakter yang membekas di hati seluruh yang hadir.

(Jasuti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pelindungnegeri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MTs Najaahan Ke Bayongbong Buka 2 Rombel Baru, Gandeng Polsek Isi Materi Cegah Kekerasan dan Narkoba
MTs Najaahan Ke Bayongbong Buka 2 Rombel Baru, Gandeng Polsek Isi Materi Cegah Kekerasan dan Narkoba
Pendaftaran MTs Attaqwa Naik 10 Persen, MPLS Usung Tema Mata Muda
SPPG Haurkuning Sajikan Menu Sehat, Higienis, dan Sesuai Selera Anak-Anak
Viral di Garut, Sawah Lega Rancamaya mirip Danau Kecil dengan view Gunung Cikuray
MI Attaqwa Terima 96 Siswa Baru, Kepsek Harap Ada Bantuan Penambahan Ruang Kelas
Reses Sidang ke III Jondris Pakpahan Anggota DPRD Siak Fraksi Golkar, Warga Keluhkan Lampu Jalan
Sholat Dhuha Perdana Jadi Momen Perpisahan Kepala SMPN 2 Karangpawitan Jelang Purna Bakti
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:23 WIB

MTs Najaahan Ke Bayongbong Buka 2 Rombel Baru, Gandeng Polsek Isi Materi Cegah Kekerasan dan Narkoba

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:27 WIB

MTs Najaahan Ke Bayongbong Buka 2 Rombel Baru, Gandeng Polsek Isi Materi Cegah Kekerasan dan Narkoba

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pendaftaran MTs Attaqwa Naik 10 Persen, MPLS Usung Tema Mata Muda

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:17 WIB

SPPG Haurkuning Sajikan Menu Sehat, Higienis, dan Sesuai Selera Anak-Anak

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:14 WIB

MI Attaqwa Terima 96 Siswa Baru, Kepsek Harap Ada Bantuan Penambahan Ruang Kelas

Berita Terbaru