Perjalanan 4 Jam President Prabowo Dari Jakarta Demi Petani dan Nelayan Gorontalo

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelindungnegeri.com, GORONTALO – Panas matahari Limboto siang itu kalah oleh sorak-sorai ribuan petani dan nelayan. Spanduk “Selamat Datang Presiden Prabowo” berkibar di setiap sudut Gor David Tony. Yel-yel “Prabowo! Prabowo!” menggema sejak pagi. Mereka datang bukan karena disuruh. Mereka datang karena menunggu.

Rabu, 24 Juni 2026. Hanya 4 jam. Itu waktu yang diberikan Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto untuk Gorontalo. Tapi 4 jam itu cukup untuk membuat Bumi Hulonthalo bergetar.

Pukul 10.21 WITA, raungan mesin Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 A-001 memecah langit Dunggala, Tibawa. Boeing 737-800 BBJ-2 itu mendarat pelan di Bandara Djalaluddin. Dari kejauhan, Gubernur Gusnar Ismail sudah berdiri paling depan. Di sampingnya, Kapolda Irjen Widodo dan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen Mirza Agus. Forkopimda Gorontalo kompak. Tidak ada jarak. Tidak ada sekat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konvoi kepresidenan melaju kencang. Warga di pinggir jalan melambaikan tangan, sebagian mengangkat ponsel. Anak-anak SD melompat-lompat sambil berteriak “Pak Presiden!”. Di setiap tikungan menuju Limboto, karangan bunga dan umbul-umbul warna kuning-hijau, warna identitas PENAS XVII 2026, berjejer rapi.

Pukul 11.18 WITA. Gor David Tony meledak. Ribuan peserta PENAS dari Sabang sampai Merauke berdiri. Ketika sosok Prabowo melangkah ke panggung, tepuk tangan dan sorakan pecah. Ada yang menangis. Ada yang merekam dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga:  SMPN 2 Karangpawitan Terima 342 Siswa Baru dan Gelar MPLS 5 Hari Libatkan Polsek dan Dindik

Di hadapan mereka, Presiden tidak bicara bertele-tele. Kalimatnya pendek, tapi menusuk: “Petani dan nelayan bukan kelas dua. Kalian adalah tulang punggung bangsa.”

Ruangan itu hening sejenak, lalu riuh kembali. Bagi Pak Tino, petani jagung dari Bone Bolango, itu kalimat yang ia tunggu 20 tahun. “Akhirnya ada presiden yang bilang kami penting, Pak. Kami ini bukan dipinggirkan lagi,” katanya sambil mengusap mata.

Di sela acara, Prabowo menyempatkan diri turun dari panggung. Ia menjabat tangan para petani, menepuk bahu nelayan, mendengar keluh kesah soal harga pupuk dan solar. Tidak ada protokoler yang kaku. Yang ada hanya seorang pemimpin dan rakyatnya, duduk sama rendah.

Pukul 12.50 WITA. Waktu pamit tiba. Konvoi kembali bergerak ke Bandara Djalaluddin. Warga kembali berjejer di pinggir jalan. Kali ini sorakan berubah jadi “Sampai jumpa, Pak!”. Pukul 14.00 WITA, roda Pesawat Kepresidenan A-001 terangkat dari landasan pacu Gorontalo.

4 jam berlalu cepat. Tapi 4 jam itu meninggalkan jejak. Jejak bahwa negara hadir. Jejak bahwa petani dan nelayan dilihat, didengar, dan dihargai.

Saat pesawat menghilang di ufuk barat, seorang ibu pedagang jagung rebus di parkiran Gor David Tony berbisik pelan: “Gorontalo tidak akan sama lagi setelah hari ini, Nak…”

(Noval).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pelindungnegeri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT PGRI ke-81, PGRI Garut Kota Gelar Lomba Mewarnai, 390 Anak TK Tunjukkan Kreativitas
Taman, S.E. Dorong Pemuda Karawang Tampil Kreatif, Peduli, dan Berkontribusi bagi Daerah
Pemkab Garut dan Kemenkes Siapkan Pembangunan CMU RSUD dr. Slamet dan Perluasan RS Rotinsulu
Ketua STAINUS Garut: Teguhkan Karakter, Kuasai IPTEK, dan Rawat Persatuan di Era Digital
Camat Beserta Jajaran dan Kapolsek Batujaya Sambangi Calon Kades Batu Raden,Tekankan Pilkades Aman dan Kondusif
Bupati Garut Lepas 783 Kontingen Porprov Jabar XV 2026, Target Prestasi di Tengah Keterbatasan Anggaran
Optimalisasi Lahan di Tanjung Pakis Diapresiasi Warga, Diharapkan Perkuat Dan Mencegah Terjadinya Longsor
Jaga Kekompakan dan Kepedulian Sosial, LSM Elang Mas Pesisir Selatan Pererat Hubungan Antaranggota
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Sambut HUT PGRI ke-81, PGRI Garut Kota Gelar Lomba Mewarnai, 390 Anak TK Tunjukkan Kreativitas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Taman, S.E. Dorong Pemuda Karawang Tampil Kreatif, Peduli, dan Berkontribusi bagi Daerah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Pemkab Garut dan Kemenkes Siapkan Pembangunan CMU RSUD dr. Slamet dan Perluasan RS Rotinsulu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:26 WIB

Ketua STAINUS Garut: Teguhkan Karakter, Kuasai IPTEK, dan Rawat Persatuan di Era Digital

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Camat Beserta Jajaran dan Kapolsek Batujaya Sambangi Calon Kades Batu Raden,Tekankan Pilkades Aman dan Kondusif

Berita Terbaru