Panyabungan, Mandailing Natal l Pelindungnegeri.com 14 Oktober 2026 — Menyikapi kabut asap yang kian pekat menyelimuti wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) selama dua hari terakhir, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal memutuskan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan tingkat PAUD, SD, dan SMP, mulai Kamis (15/10) hingga Sabtu (17/10/2026).
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, seusai memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Kabut Asap di ruang kerjanya, Rabu siang. Langkah ini diambil sebagai upaya perlindungan terhadap kesehatan peserta didik dari potensi dampak buruk kualitas udara.
Kondisi Udara Memburuk
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan laporan BPBD Madina dan analisis BMKG, terdapat pergerakan angin dari arah timur yang membawa asap dari daerah yang sedang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jarak pandang yang awalnya 3–4 km kini turun menjadi 1–4 km, dan kualitas udara tercatat telah berada di atas ambang batas normal.
Langkah Konkret Pemkab Madina:
1. Pembelajaran Jarak Jauh — PAUD, SD, dan SMP melaksanakan belajar dari rumah secara daring hingga 17 Oktober 2026. Untuk jenjang SMA/SMK, Pemkab Madina mengimbau Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menerapkan kebijakan serupa.
2. Pemeriksaan Kualitas Udara — Surat resmi akan dikirimkan kepada Gubernur Sumatera Utara meminta dukungan peralatan dan petugas teknis untuk pengukuran kualitas udara secara akurat di lapangan.
3. Pembagian Masker — BPBD bersama Satpol PP akan mendistribusikan masker kepada masyarakat secara cuma-cuma dan melakukan imbauan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
4. Pembatasan Aktivitas Luar Ruang — Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih terjadi.
“Kita putuskan sampai dengan hari Sabtu. Setelah itu kita akan evaluasi kembali kondisi kualitas udara. Langkah ini murni demi menjaga kesehatan dan keselamatan anak-anak kita serta masyarakat luas,” tegas Bupati Saipullah.
Hingga saat ini belum diterima laporan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap. Sumber pasti asap juga masih dalam pemeriksaan, namun tidak ditemukan titik api karhutla di wilayah Sumatera Utara.
Rakor dihadiri oleh Sekda Madina, Asisten, serta Kepala BPBD, DLH, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Satpol PP Madina.
(Jasuti)











