Bisnis SPJ” di Balik Siskeudes? Enam Desa di Sinunukan Diduga Terjebak Ketergantungan Jasa Oknum Pendamping

- Penulis

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal l Pelindungnegeri.com-
Dugaan praktik “bisnis SPJ” mencuat di Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal. Sejumlah kepala desa disebut-sebut harus menelan pil pahit akibat ketergantungan terhadap jasa pembuatan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) desa yang diduga dijadikan sebagai ladang penghasilan oleh oknum pendamping desa.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lapangan menyebutkan, seorang oknum pendamping desa berinisial AS diduga kerap menyampaikan secara terbuka bahwa aplikasi Siskeudes (Sistem Keuangan Desa) merupakan “mata pencaharian”.

Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan kepala desa karena dinilai menggambarkan adanya pola ketergantungan terhadap jasa pihak tertentu dalam penyusunan laporan keuangan desa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam praktiknya, beberapa kepala desa di Kecamatan Sinunukan mengaku kesulitan menyusun SPJ secara mandiri tanpa menggunakan jasa pihak tersebut. Kondisi ini diduga menciptakan situasi ketergantungan yang membuat pemerintah desa tidak leluasa mengelola administrasi keuangan mereka sendiri.

Sedikitnya enam desa disebut-sebut terdampak oleh kondisi tersebut, yakni:

Desa Sukadamai

Desa Kampung Kapas II

Desa Air Apa

Desa Bintungan Bejangkar Baru

Desa Banjar Aur Utara

Desa Sinunukan II

Para kepala desa di wilayah tersebut diduga terpaksa menggunakan jasa penyusunan SPJ agar laporan keuangan desa dapat terselesaikan tepat waktu dan tidak menimbulkan persoalan administrasi.

Di sisi lain, muncul pula tanda tanya terkait kegiatan pelatihan pengoperasian Siskeudes yang disebut-sebut rutin dilaksanakan setiap tahun. Pelatihan tersebut dikabarkan dikoordinasikan oleh oknum berinisial AB dengan tujuan meningkatkan kapasitas operator atau perangkat desa dalam mengelola sistem keuangan desa.

Baca Juga:  BKSAP DPR RI Siap Jembatani Potensi Unggulan Garut Menuju Pasar Internasional

Namun sejumlah perangkat desa mengaku bahwa pelatihan tersebut tidak sepenuhnya memberikan pemahaman teknis yang memadai. Para operator desa bahkan disebut-sebut belum memperoleh akses pengetahuan secara maksimal terhadap sistem tersebut, sehingga tetap bergantung pada pihak tertentu dalam penyusunan SPJ.

Ironisnya, kegiatan pelatihan tersebut diketahui tercantum dalam dokumen SPJ desa dengan nilai anggaran yang disebut-sebut mencapai sekitar Rp10 juta per desa setiap tahun.

Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa pelaksanaan pelatihan belum berjalan efektif sebagaimana mestinya. Sejumlah pemerhati tata kelola desa menilai, jika pelatihan benar-benar dilaksanakan secara maksimal, seharusnya operator desa sudah mampu mengelola Siskeudes serta menyusun laporan keuangan desa secara mandiri.

Mencuatnya persoalan ini memicu perhatian masyarakat dan sejumlah pihak yang mendesak pemerintah daerah, inspektorat, serta instansi pengawas untuk melakukan evaluasi dan penelusuran terhadap dugaan praktik tersebut.

Pengawasan dinilai penting guna memastikan pengelolaan dana desa berjalan transparan, akuntabel, dan profesional, serta tidak membuka ruang bagi praktik ketergantungan yang berpotensi merugikan pemerintah desa.

Catatan Redaksi:

Pemberitaan ini disusun berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan. Pihak-pihak yang disebutkan dalam berita ini memiliki hak jawab sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Redaksi membuka ruang klarifikasi guna menjaga prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
(Jasuti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pelindungnegeri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Taman, S.E. Dorong Pemuda Karawang Tampil Kreatif, Peduli, dan Berkontribusi bagi Daerah
Pemkab Garut dan Kemenkes Siapkan Pembangunan CMU RSUD dr. Slamet dan Perluasan RS Rotinsulu
Ketua STAINUS Garut: Teguhkan Karakter, Kuasai IPTEK, dan Rawat Persatuan di Era Digital
Camat Beserta Jajaran dan Kapolsek Batujaya Sambangi Calon Kades Batu Raden,Tekankan Pilkades Aman dan Kondusif
Bupati Garut Lepas 783 Kontingen Porprov Jabar XV 2026, Target Prestasi di Tengah Keterbatasan Anggaran
Optimalisasi Lahan di Tanjung Pakis Diapresiasi Warga, Diharapkan Perkuat Dan Mencegah Terjadinya Longsor
Jaga Kekompakan dan Kepedulian Sosial, LSM Elang Mas Pesisir Selatan Pererat Hubungan Antaranggota
Sinergi Lintas Sektoral Sukseskan Pelacakan (Tracing) TB Paru di Sejumlah Lokus Wilayah Mandailing Natal
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Taman, S.E. Dorong Pemuda Karawang Tampil Kreatif, Peduli, dan Berkontribusi bagi Daerah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Pemkab Garut dan Kemenkes Siapkan Pembangunan CMU RSUD dr. Slamet dan Perluasan RS Rotinsulu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:26 WIB

Ketua STAINUS Garut: Teguhkan Karakter, Kuasai IPTEK, dan Rawat Persatuan di Era Digital

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Camat Beserta Jajaran dan Kapolsek Batujaya Sambangi Calon Kades Batu Raden,Tekankan Pilkades Aman dan Kondusif

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Bupati Garut Lepas 783 Kontingen Porprov Jabar XV 2026, Target Prestasi di Tengah Keterbatasan Anggaran

Berita Terbaru