Cirebon, Pelindungnegeri.com- Kekesalan warga Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, akhirnya memuncak. Sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan infrastruktur, warga menanam pohon pisang di tengah ruas Jalan Kanci–Sindanglaut yang mengalami kerusakan parah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memberi tanda sekaligus peringatan kepada para pengguna jalan agar lebih berhati-hati. Kondisi jalan yang dipenuhi lubang dengan kedalaman bervariasi dinilai sangat membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Kerusakan semakin parah saat hujan turun. Lubang-lubang tertutup genangan air sehingga sulit terlihat dan kerap menyebabkan pengendara terjatuh. Air yang meluap dari saluran irigasi di sisi jalan juga memperburuk keadaan. Aliran air yang tersendat akibat bangunan liar di bantaran irigasi membuat genangan meluas hingga ke badan jalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rizki Pratama, warga yang menggagas aksi tersebut, mengaku prihatin dengan kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.
“Ini sudah lama dibiarkan. Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan sama sekali. Banyak pengendara motor yang jatuh. Kami terpaksa menanam pohon pisang supaya ada perhatian dan supaya orang lebih waspada,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, korban kecelakaan bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jalan tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah.
“Anak-anak sekolah juga sering melintas di sini. Kami khawatir terjadi kecelakaan yang lebih parah kalau tidak segera diperbaiki,” tambahnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon segera melakukan perbaikan menyeluruh, mengingat ruas Jalan Kanci–Sindanglaut merupakan akses utama masyarakat Cirebon Timur untuk aktivitas pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.
Masyarakat menegaskan, aksi tanam pohon pisang ini bukan sekadar simbol protes, melainkan bentuk keprihatinan atas kondisi infrastruktur yang dinilai sudah sangat mendesak untuk ditangani.
Penulis: Diki. A












