Oleh : H. Syahrir Nasution. SE.MM. – PENGAMAT PENDIDIKAN & CONSULTAN EKONOMI DAN BUSINESS. & AKADEMISI.
Medan (Sumut) l Pelindungnegeri.com– Sejumlah tokoh dan elemen masyarakat Mandailing di Sumatera Utara mulai mendorong lahirnya gerakan bersama untuk memperkuat peran paguyuban-paguyuban Mandailing dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan tinggi.
Gagasan tersebut muncul sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda Mandailing Natal yang dinilai membutuhkan terobosan besar agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. Dalam pandangan para penggagas, sudah saatnya seluruh organisasi kedaerahan Mandailing yang ada di Sumatera Utara bergerak lebih progresif dan tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi semata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat merupakan langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan masyarakat Mandailing Natal.
Sorotan juga diarahkan kepada Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, agar menunjukkan keberanian politik dan kepemimpinan yang kuat dengan menginisiasi kerja sama yang lebih luas dengan perguruan tinggi ternama di Sumatera Utara seperti Universitas Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan.
Menurut pandangan tersebut, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada sektor infrastruktur dan birokrasi. Investasi terbesar yang harus dilakukan pemerintah adalah membangun kualitas manusia melalui pendidikan, riset, inovasi, serta pengembangan kompetensi generasi muda.
Mandailing Natal dikenal sebagai salah satu kabupaten terbesar di Sumatera Utara dengan potensi sumber daya alam yang melimpah. Pemerintah daerah saat ini dipimpin oleh Bupati Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi. Potensi tersebut dinilai harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Para tokoh masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dapat segera merancang program kemitraan dengan perguruan tinggi, mulai dari pemberian beasiswa, peningkatan kapasitas guru, riset pembangunan daerah, hingga program pengabdian masyarakat yang melibatkan akademisi dan mahasiswa.
“Jika ingin Madina maju dan mampu bersaing di masa depan, maka pendidikan harus menjadi prioritas utama. Paguyuban Mandailing di Sumatera Utara harus menjadi pemantik gerakan besar tersebut,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang mendukung gagasan tersebut.
Dorongan ini sekaligus menjadi tantangan bagi kepemimpinan daerah untuk menunjukkan komitmen nyata dalam membangun generasi penerus yang unggul. Masyarakat menilai langkah menggandeng perguruan tinggi terkemuka bukan sekadar program seremonial, melainkan investasi jangka panjang bagi kemajuan Kabupaten Mandailing Natal.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap masa depan daerah, seluruh elemen masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret sehingga cita-cita mewujudkan Mandailing Natal yang maju, berdaya saing, dan berlandaskan kualitas sumber daya manusia dapat terwujud.
Sebagai orang yang dituakan dan Penerima MANDAT RAKYAT MADINA Bupati harus MENUNJUKKAN SIKAP KESATRIA TERHADAP KEMAJUAN RAKYATNYA DARI SUDUT PANDANG EDUCATIONAL / PENDIDIKAN disamping juga Kesejahteraan EKONOMINYA , KESEHATAN, hal ini merupakan “ LIFE RIGHT “ HAK HIDUP RAKYAT yang termaktub dalam UUD. 45. Jangan sampai ini TERABAIKAN.
Justeru itulah PUSAT DOKUMENTASI WILLEM ISKANDER ini merupakan titik SENTRAL DARI KETIGA POINT tersebut untuk menaikkan DERAJAD DAN MARTABAT MASYARAKAT MANDAILING ke dunia luar. Akhirnya MANDAILING NATAL harus memiliki “ IDENTITASNYA TERSENDIRI” mau dibawa KEMANA MADINA INI??????. Minimal Bupati MADINA SAAT INI DAPAT meninggalkan” LEGACY “ terhadap RAKYATNYA maupun dunia luar Madina. Sesuai keinginan dan cita cita BUPATI PERTAMA sewaktu Pemekaran dari TAPSEL dulu secara positip.
(Jasuti)



















