Guru Swasta di Karawang Menjerit, Askun Tagih Janji KDM Soal Penebusan Ijazah: “Jangan Cuma Omong Besar!”

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 02:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG, JABAR | PELINDUNGNEGERI.com – Sejumlah guru sekolah swasta tingkat SMA/SMK sederajat di Kabupaten Karawang dikabarkan mulai mengeluh dan menagih janji Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait pembayaran uang pengganti penebusan ijazah siswa yang sebelumnya sempat dijanjikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pasalnya, meski ijazah para siswa telah diberikan kepada pemiliknya, hingga kini realisasi pembayaran pengganti dari pemerintah disebut belum juga diterima pihak sekolah swasta. Kondisi tersebut membuat banyak guru honorer dan tenaga pendidik swasta merasa tertekan secara ekonomi.

Salah seorang guru SMK swasta di Karawang yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, selama ini sekolah swasta sangat bergantung pada pemasukan dari Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) hingga biaya administrasi penebusan ijazah untuk membayar honor para guru.
“Kalau siswa tidak bayar SPP, kami siapa yang gaji? Inilah alasan kami kadang menunda dulu pemberian ijazah, harus lunas dulu semua urusan administrasi. Sebab dari situ saja kami ada pemasukan untuk digaji, tidak ada sumber lain,” keluhnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi persoalan tersebut, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian atau yang akrab disapa Askun, mendesak KDM agar segera merealisasikan janji pembayaran kepada sekolah-sekolah swasta di Jawa Barat.

Menurut Askun, pemerintah harus memahami kondisi psikologis dan ekonomi para guru swasta, khususnya guru honorer yang penghasilannya sangat terbatas namun tetap dituntut memenuhi kebutuhan hidup keluarganya setiap hari.
“Ya, apalagi guru honorer yang gajinya tidak seberapa. Saya minta ke KDM bayar-lah janjimu kepada sekolah swasta, kasihan mereka. Karena selama ini sekolah swasta mengandalkan honorer guru dari situ (iuran penebusan ijazah siswa),” ujar Askun, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga:  Jum.at Berkah Mapolsek Kedungwuni Bagi Bagi Nasi Bungkus

Ia juga menilai para guru sekolah swasta saat ini berada dalam posisi serba sulit. Di satu sisi mereka harus mematuhi kebijakan pemerintah untuk tidak menahan ijazah siswa, namun di sisi lain mereka kehilangan salah satu sumber pemasukan sekolah yang selama ini digunakan untuk membayar honor tenaga pengajar.
“Mereka tidak bisa berteriak lepas karena takut sekolahnya dicirian. Maka saya ikut menyuarakan aspirasi para guru swasta ini. Bayarlah Pak Dedi Mulyadi. Ingat, karena mulutmu harimaumu,” sentilnya.

Diketahui sebelumnya, pada Februari 2025 lalu, Dedi Mulyadi sempat menginstruksikan seluruh sekolah di Jawa Barat agar tidak lagi menahan ijazah siswa dengan alasan tunggakan administrasi sekolah. Kebijakan tersebut muncul setelah banyak keluhan dari orang tua siswa yang merasa keberatan dengan biaya penebusan ijazah.

Bahkan saat itu, KDM juga sempat mengancam akan menghentikan bantuan sekitar Rp600 miliar bagi sekolah swasta apabila instruksi tersebut tidak dijalankan.
“Tinggal pilih, menerima uang bantuan Rp600 miliar, atau bantuan ke depan diubah skemanya menjadi bantuan untuk masyarakat miskin. Bantuan tidak kita berikan ke sekolah, tapi ke siswa,” ujar KDM pada Minggu (2/2/2025) lalu.

Kini, para guru dan pihak sekolah swasta berharap janji tersebut tidak hanya menjadi pernyataan politik semata, melainkan benar-benar direalisasikan demi keberlangsungan pendidikan dan kesejahteraan tenaga pengajar swasta di Jawa Barat.

Reporter: Abdul Wa Qosim

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pelindungnegeri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Pendaftaran Hanya Rp100 Ribu, SSB Bintang Muda Karawang Siap Cetak Talenta Muda
Sambut Hari Lahir Pancasila, GOKAR Berikan Diskon 45 Persen dengan Kode PANCASILA
Pernyataan Manager PT PN IV Kebun Timur Madina Kembali Picu Pertanyaan Publik Soal Legalitas Lahan
Aplikasi Lokal GOKAR Tuai Dukungan dan Keraguan, Grafik Pengguna Tunjukkan Antusiasme Warga Karawang
Jumlah Hewan Qurban di Kecamatan Lingga Bayu Tahun 2026 Meningkat Signifikan, Capai 204 Ekor Sapi dan 17 Kambing
Babinsa Serka Kholis Ikut Sholat Idul Adha Bersama Warga di Lapangan Hijau Simpang Gambir
Khidmat dan Penuh Kebersamaan, Warga Kampung Baru Lingga Bayu Laksanakan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah
Semangat Idul Adha 1447 H, Desa Kampung Baru Sembelih 10 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing Qurban
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:53 WIB

Biaya Pendaftaran Hanya Rp100 Ribu, SSB Bintang Muda Karawang Siap Cetak Talenta Muda

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:25 WIB

Sambut Hari Lahir Pancasila, GOKAR Berikan Diskon 45 Persen dengan Kode PANCASILA

Jumat, 29 Mei 2026 - 04:16 WIB

Pernyataan Manager PT PN IV Kebun Timur Madina Kembali Picu Pertanyaan Publik Soal Legalitas Lahan

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:01 WIB

Aplikasi Lokal GOKAR Tuai Dukungan dan Keraguan, Grafik Pengguna Tunjukkan Antusiasme Warga Karawang

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:06 WIB

Jumlah Hewan Qurban di Kecamatan Lingga Bayu Tahun 2026 Meningkat Signifikan, Capai 204 Ekor Sapi dan 17 Kambing

Berita Terbaru