KAPUJAN,PELINDUNGNEGERI.COm— Bakal calon Wali Nagari Kapujan periode 2026–2034, Safdi atau yang dikenal dengan nama Uncu, menyampaikan sejumlah gagasan pembangunan yang berfokus pada pengembangan pariwisata, peningkatan pelayanan masyarakat, pendidikan, serta pemberdayaan generasi muda.
Gagasan tersebut dituangkan dalam visi untuk menjadikan Nagari Kapujan sebagai nagari wisata yang ramah dengan tetap berlandaskan adat dan kearifan lokal melalui semangat “Kapujan Tuo Disarak”. Dalam rancangan yang disampaikan, sekitar 70 hingga 80 persen wilayah nagari diarahkan untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata secara bertahap.
Salah satu rencana yang menjadi bagian utama program tersebut adalah pengembangan kolam pemandian alam di kawasan Bayang Bungo dari Kukuik menuju hilir. Tahap awal direncanakan memiliki panjang sekitar 100 meter, kemudian dikembangkan secara bertahap hingga sekitar 300 meter sesuai kajian teknis dan kemampuan anggaran nagari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kawasan pemandian alam tersebut juga direncanakan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, seperti tempat parkir, ruang ganti, kamar mandi, WC umum, musala, warung, tempat penyewaan perlengkapan berenang, area permainan, serta fasilitas pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Pengaturan tarif dan jam operasional nantinya direncanakan melalui peraturan nagari.
Selain wisata alam, program tersebut mencantumkan pengembangan wisata religi di kawasan Gubah Masjid Lama, termasuk penataan makam Syekh Mohammad Yatim bergelar Tuangku Tantuo. Fasilitas kawasan ziarah direncanakan diperbaiki agar dapat memberikan tempat yang lebih nyaman bagi masyarakat maupun peziarah untuk beribadah dan beristirahat.
Pada sektor sumber daya manusia, pelatihan bagi ninik mamak dan generasi muda juga menjadi bagian dari rancangan program. Pemuda akan diarahkan untuk memiliki keterampilan yang dapat mendukung pengelolaan sektor pariwisata. Organisasi kepemudaan, termasuk Karang Taruna, juga direncanakan untuk diperkuat sebagai wadah kegiatan dan pengembangan potensi generasi muda.
Rencana lainnya berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat. Di antaranya adalah gagasan penggratisan biaya ambulans dan air PDAM, disertai upaya menjaga kelancaran distribusi air. Sementara untuk sektor pertanian, kelancaran irigasi persawahan sepanjang tahun menjadi salah satu perhatian dalam upaya mendukung ketahanan pangan nagari.
Safdi juga mencantumkan rencana pemanfaatan hasil usaha pariwisata, apabila nantinya mampu menghasilkan pendapatan yang memadai, untuk mendukung sejumlah kegiatan sosial. Sasaran yang disebut antara lain masyarakat lanjut usia nonpensiunan, warga dengan kebutuhan khusus permanen, keluarga kurang mampu, serta dukungan terhadap kegiatan olahraga, kesenian dan kebudayaan.
Bidang pendidikan turut menjadi bagian dari rancangan tersebut. Program diarahkan untuk mendorong pendidikan generasi muda mulai dari TPA, PAUD, TK, SD hingga jenjang pendidikan lanjutan dan perguruan tinggi. Selain itu, terdapat gagasan pemberian dukungan transportasi kepada para ninik mamak atau datuk untuk keperluan adat dan keluarga sesuai ketentuan yang nantinya ditetapkan.
Di bidang ekonomi masyarakat, revitalisasi pasar rakyat Nagari Kapujan juga direncanakan agar aktivitas perdagangan tradisional dapat berkembang lebih semarak. Pengembangan sektor wisata diharapkan dapat menciptakan peluang usaha baru sehingga masyarakat dapat mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi yang muncul di sekitar objek wisata.
Untuk mendukung akses wisata, program jangka menengah dan panjang mencantumkan rencana pembangunan jalan menuju Puncak Karang Putih yang menjadi lokasi kegiatan paralayang. Kawasan tersebut juga diarahkan sebagai salah satu destinasi wisata dengan konsep pembangunan yang memperhatikan lingkungan.
Sementara itu, untuk jangka panjang, terdapat rencana membuka akses wisata menuju Kabun dan Kampung Tingga. Kawasan tersebut disebut memiliki kaitan dengan sejarah awal permukiman masyarakat Kapujan. Pengembangannya diarahkan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, termasuk melalui penanaman berbagai jenis pohon dan tanaman buah-buahan serta pemanfaatannya sebagai kawasan wisata alam.
Seluruh gagasan tersebut direncanakan dilaksanakan melalui tahapan jangka pendek, menengah, dan panjang. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta hasil musyawarah di tingkat nagari.
Penulis : NurD
Editor : Nur Diani











